Nah Lho! Rhoma Irama Kritik Dangdut Academy

Rhoma Irama mengkritik Dangdut Academy 7 2025. Ia menilai sistem Virtual Gift merusak nilai, keadilan, dan masa depan dangdut. (Foto: Tangkapan layar Indosiar)

KabarJakarta.com – Kontestasi Dangdut Academy sedang disorot publik. Pemicunya, pernyataan Raja Dangdut Rhoma Irama.

Rhoma menilai ajang tersebut tak lagi fokus pada pencarian bakat murni penyanyi dangdut.

Menurut Rhoma, kompetisi itu berubah menjadi hiburan instan yang kehilangan arah dan nilai dasar.

“Saya melihat ini sesuatu yang sangat menyakitkan,” kata Rhoma Irama dalam pernyataannya yang dikutip, Jumat (2/1/2026).

Ia menegaskan dangdut lahir dari perjuangan rakyat, bukan sekadar kemasan hiburan sesaat.

Rhoma menyebut nilai vokal dan penjiwaan kini tersisih oleh sistem berbasis angka dan transaksi digital.

“Vokal tak lagi menjadi raja, penjiwaan bukan prioritas utama,” ujarnya.

Kekecewaan terbesar Rhoma tertuju pada penerapan sistem Virtual Gift dalam kompetisi tersebut.

Menurutnya, sistem itu merusak keadilan dan mengubah kompetisi menjadi adu kekuatan finansial.

“Siapa kuat modal bertahan, yang miskin dukungan tersingkir,” sindir Rhoma Irama.

Ia mengaku merasa dikhianati oleh stasiun televisi yang dulu dipercaya melestarikan budaya dangdut.

Rhoma menilai seni kini dipaksa tunduk pada rating dan keuntungan jangka pendek. “Ini bukan lagi lomba menyanyi, ini sudah menjadi pasar,” tegasnya.

Ia memilih bersuara demi menjaga warisan dangdut untuk generasi mendatang. Rhoma meminta sistem yang mencederai sportivitas segera dihentikan.

Ia menegaskan masa depan dangdut harus ditentukan oleh bakat, bukan transaksi digital.

“Mahkota dangdut lahir dari kualitas, kejujuran, dan jiwa seni,” pungkas Rhoma Irama.