Pemprov DKI Siapkan Jakarta Film Festival sebagai Langkah Menuju Kota Global

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno

KabarJakarta.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi terbentuknya Jakarta Film Festival sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Festival film berskala internasional ini digagas untuk memperkuat dimensi kebudayaan ibu kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa Pemprov tidak akan mengambil alih penyelenggaraan, namun memberikan dukungan penuh sebagai fasilitator. “Kita hanya memberikan fasilitas karena salah satu persyaratan dari kota global adalah berkebudayaan,” ujar Rano dalam pernyataannya di Mall Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/4).

Ia menyebutkan rencana untuk mengundang tokoh-tokoh perfilman nasional guna menyusun konsep festival secara kolaboratif. Nama sutradara sekaligus produser senior Garin Nugroho turut disebut sebagai sosok yang akan diajak berdiskusi.

“Kalau Bandung punya Festival Film Bandung, Yogyakarta punya Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), maka Jakarta harus punya Jakarta Film Festival. Dan harus ada nuansa Jakarta-nya,” tegas Rano.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa Jakarta Film Week yang selama ini digelar oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI memang telah menjangkau ranah internasional. Namun, Rano menilai skala tersebut masih terbatas dan belum mengakomodasi film-film blockbuster atau film komersial yang mendapat sambutan luas dari publik.

“Festival ini perlu memadukan film kompetisi dengan film-film lepas yang memiliki daya tarik massa. Harus ada ruang untuk film blockbuster juga,” ujarnya.

Rano turut mengajak masyarakat untuk aktif mendukung perkembangan perfilman Indonesia dengan menonton karya sineas lokal di layar lebar. Ia menyampaikan komitmen Pemprov dalam memberikan ruang dan dukungan bagi tumbuh kembangnya industri film.

“Jakarta akan kami rancang menjadi kota perfilman,” tandasnya.

Dengan inisiatif ini, Jakarta diharapkan tak hanya menjadi pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga poros penting dalam perkembangan kebudayaan dan sinema di kancah internasional.