Harga Bahan Pangan Naik, Pedagang Pasar “Buntung”

Pedagang pasar di Ciledug, Tangerang. (Foto: Kabar Bursa/Abbas Sandji)

Situasi seperti ini tentu merugikan pedagang kecil seperti dirinya. Maman tidak dapat menjual seluruh komoditas yang dibelinya karena sebagian rusak, sehingga keuntungan tidak optimal.

Kedua, turunnya pendapatan disebabkan oleh pembeli yang berusaha menekan biaya belanja sehari-hari. Maman menduga, pembeli melakukan hal tersebut karena harga komoditas pangan yang naik.

Beberapa komoditas sayur mayur yang harganya merangkak naik, antara lain aneka cabai, tomat, bawang merah, dan telur ayam.

“Sebelumnya, orang membeli cabai seberat seperempat kilogram dengan harga Rp 18.000. Sekarang, mereka hanya mau membayar Rp 10.000, bahkan minta dicampur dengan jenis cabai lain,” tutur Maman.

Saat ditanya mengenai strategi untuk menghadapi penurunan pendapatan, Maman mengaku bahwa dirinya tidak bisa berbuat banyak. Maman tidak mungkin menaikkan harga sayur mayurnya karena khawatir kehilangan pelanggan.

“Menetapkan harga terlalu tinggi sangat berisiko bagi pedagang sayur. Saya takut pelanggan akan pindah ke tempat lain,” pungkasnya. (*)