Harga Bahan Pangan Naik, Pedagang Pasar “Buntung”

Pedagang pasar di Ciledug, Tangerang. (Foto: Kabar Bursa/Abbas Sandji)

KabarJakarta.com – Lonjakan harga komoditas pangan rupanya tidak memberi angin segar bagi pedagang, malah sebaliknya, pendapatan mereka menurun.

Hal ini dirasakan oleh Maman (47), salah seorang pedagang sayur mayur di Pasar Kemiri Muka, Kota Depok.

Sejak awal tahun 2024, pendapatannya secara perlahan menurun.

“Tahun lalu, pendapatan bersih bisa mencapai lebih dari Rp 200.000 per hari. Namun, dalam dua bulan terakhir, pendapatan selalu di bawah angka tersebut,” kata Maman, Sabtu, 2 Maret 2024.

Setidaknya, ada dua penyebab turunnya pendapatan yang dirasakan oleh Maman. Pertama, seringkali kualitas komoditas yang dibelinya dari pasar induk tidak memuaskan.

Pedagang di pasar induk mewajibkan konsumen untuk membeli komoditas per peti. Hal ini membuat konsumen seperti Maman tidak dapat memilih komoditas secara individual.

“Saya tidak menyalahkan siapa pun. Namun, ketika cabai merah sudah menggelap warnanya seperti ini, pembeli di sini (Pasar Kemiri Muka) enggan membelinya, atau jika tomat sudah bopeng, pasti saya harus membuangnya,” ujar dia.