KabarJakarta.com – Dipecat sebagai pengacara dari Bharada Richard Eliezer (E), Deolipa Yumara mengaku akan kembali menjadi penyanyi. Dia bahkan sedang menyiapkan album lagu yang diberi nama ‘Gangster Sambo’.
“Ini ada lagu-lagunya, mau aku nyanyikan. Sekarang aku dipecat, enggak jadi pengacara, tapi jadi penyanyi. Albumnya ada, nama bandnya Deolipa Project,” ucap Deolipa, Sabtu (13/8/2022).
Dia menyebut, nama album teranyarnya tersebut ada nama Sambo. “Judul albumnya Gangster Sambo,” ucapnya.
Menyinggung soal pemecatan dirinya sebagai pengacara Bharada E, Deolipa menyebut pencabutan surat kuasa itu cacat normal.
“Ketika ada berita pemecatan dari Bareskrim atau Bharada E, saya rasa itu cacat formal pemecatannya,” ujar Deolipa.
Namun, dia tidak menjelaskan alasan dirinya menyebut soal cacat formal. Deolipa menyatakan dirinya menyikapi dengan santai peristiwa yang menimpanya itu.
“Biasa saja, kita ini enggak punya apa-apa. Tanggapannya biasa aja, hidup ini biasa,” pungkasnya.
Sebelumnya, Deolipa menyatakan dirinya akan meminta fee sebesar Rp15 triliun sebagai pembayaran dirinya menjadi pengacara Bharada E, tersangka pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat, selama beberapa hari.
“Ini kan penunjukan dari negara, dari Bareskrim. Tentunya saya minta fee saya dong. Saya akan minta jasa saya sebagai pengacara yang ditunjuk negara. Saya minta Rp15 triliun, supaya saya bisa foya-foya,” ucapnya berseloroh, Jumat (12/8).
Kata dia, jika permintaannya itu tidak dipenuhi, dirinya akan mengajukan gugatan, dengan tergugat salah satunya adalah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Kita ditunjuk oleh negara. Negara kan kaya, masa kita minta Rp15 triliun enggak ada. Kalau enggak ada, kita gugat,” tukasnya.
“Kapolri kita gugat, semua kita gugat. Presiden, menteri, Kapolri, Wakapolri, semuanya kita gugat supaya kita dapatkan hak sebagai pengacara. Secara perdata, Rp15 triliun,” tambahnya.
Deolipa mengatakan akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Gugatan dilakukan bisa secara perdata.
