KabarJakarta.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta melaporkan sebanyak 404.683 penumpang telah memesan tiket untuk keberangkatan selama periode libur sekolah dan peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, di Jakarta, Jumat, menyebut angka tersebut tercatat sejak 19 hingga 30 Juni 2025 atau selama 12 hari operasional.
Rinciannya, 173.759 penumpang akan berangkat dari Stasiun Pasar Senen, 124.588 orang dari Stasiun Gambir, 54.416 orang dari Stasiun Bekasi, serta 51.920 orang dari stasiun lainnya di wilayah Daop 1 Jakarta seperti Jatinegara, Karawang, Cikarang, dan Cikampek.
Untuk Jumat ini, data sementara menunjukkan volume penumpang yang berangkat mencapai 38.607 orang.
Puncak volume penumpang selama periode liburan terjadi pada Kamis, 26 Juni, dengan total 41.035 penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Jatinegara, dan stasiun lainnya.
Destinasi yang paling diminati penumpang meliputi Surabaya, Malang, Yogyakarta, Tegal, Semarang, dan Bandung.
Volume pelanggan yang tinggi ini mencerminkan besarnya minat masyarakat memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi utama saat libur sekolah dan peringatan Tahun Baru Islam. Angka tersebut kemungkinan masih akan bertambah karena pemesanan tiket masih berlangsung, ujar Ixfan.
Ia juga mengingatkan KAI masih menyediakan program diskon tiket sebesar 30 persen untuk kereta api kelas Ekonomi Non Subsidi. Diskon ini dapat diperoleh melalui seluruh kanal resmi penjualan KAI, termasuk aplikasi Access by KAI dan situs booking.kai.id. Program ini berlaku hingga 31 Juli 2025.
Selain itu, KAI juga menyediakan diskon tiket sebesar 20 persen untuk kereta api kelas Eksekutif dan Bisnis. Diskon ini hanya bisa diperoleh melalui booth KAI yang berada di Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2025, selama periode 19 Juni hingga Juli 2025.
Ketentuan diskon berlaku untuk perjalanan dengan jadwal keberangkatan H+45 sejak tanggal pembelian.
Program diskon ini telah dimulai sejak 5 Juni 2025 sebagai wujud dukungan KAI terhadap stimulus ekonomi pemerintah, sekaligus upaya untuk menarik minat masyarakat beralih ke transportasi massal yang lebih aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan, pungkas Ixfan.
