Anies Blak Blakan Sering Telponan dengan Ahok

anies-ahok
Anies dan Ahok (Foto: Antara Foto/Hafidz Mubarak A./aww)

KabarJakarta.com – Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikabarkan kerap menjalin komunikasi secara intens melalui aplikasi pesan singkat, WhatsApp.

Disinggung soal itu, Anies yang juga mantan gubernur DKI mengaku obrolan dirinya dengan Ahok yang juga eks. gubernur ibu kota hanya sebatas sebagai teman. Ia merasa hal ini biasa dilakukan dengan siapa saja.

“Ngobrol sebagai teman saja, sebagai sama-sama warga. Hal yang biasa kan itu, teman-teman juga komunikasi dengan siapa saja,” ujar Anies di Jatiwaringin, Bekasi, Selasa, 30 Juli 2024.

Anies mengaku perbincangan antara dua mantan gubernur DKI itu tak membicarakan persoalan politik. Meskipun, kini Ahok merupakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

“Kami enggak pernah membahas urusan-urusan politik. Kami membahasnya tentang pribadi pribadi kami aja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ahok menyatakan kesiapannya untuk maju di Pilgub Jakarta 2024. Saat ditanya media, ia mengaku siap ikut bertarung kembali mendapatkan jabatan orang nomor satu di Jakarta apabila diberi kesempatan kembali.

“Jika warga Jakarta beri saya kesempatan untuk melayani warga Jakarta dan menyelesaikan pekerjaan Jakarta tentu saya siap,” kata Ahok kepada wartawan, Minggu, 28 Juli lalu.

Namun langkah Ahok untuk maju di Pilgub DKI belum mendapat lampu hijau dari PDI Perjuangan.

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan, Ahok tengah dipertimbangkan partainya untuk maju kembali di Pilgub DKI Jakarta 2024.

“Berdasarkan hasil pemetaan dan hasil survei yang kita terima, Ahok menjadi salah satu calon cukup potensial kalau diajukan,” kata Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat.

Namun, Dajrot mengakui pihaknya masih menghadapi persoalan untuk mengajukan Ahok. Dia menyebut PDIP kekurangan kursi. Peluang berkoalisi pun dibuka lebar-lebar.

“Persoalannya adalah PDIP itu kan masih kurang kursinya, kita tetap harus berkomunikasi dengan partai-partai yang lain,” katanya.

Ketika disinggung pencalonan Anies, Djarot mengatakan, sampai saat ini partainya belum secara resmi mendukung Anies Baswedan untuk maju di Pilgub Jakarta 2024.

“Masih belum (dukung Anies), kita masih dalam proses untuk melihat dinamika dan bagaimana suara akar rumput,” kata Djarot di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.

Elektabilitas Anies dan Ahok

Elektabilitas Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama di berbagai lembaga survei untuk Pilgub DKI Jakarta 2024 terlihat bersaing satu sama lain.

Survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 15-20 Juni 2024, nama Anies menjadi nomor 1 dengan persentase elektabilitas 29,8 persen. Sementara Ahok berada dibawahnya dengan persentase elektabilitas 20,0 persen.

Pada hasil survei Indikator Politik Indonesia, lagi-lagi nama Ahok dan Anies menjadi dua besar top of mind warga dalam memilih calon gubernur Jakarta.

Dalam survei yang dilakukan pada 18-26 Juni 2024, Ahok mendapatkan persentase elektabilitas 27 persen, sedangkan sang juara yaitu Anies mendapatkan 41,7 persen.

Kemudian, survei CER Indonesia nama keduanya lagi-lagi muncul kembali. Nama Ahok berada di urutan kedua dengan persentase elektabilitas 25,3 persen. Sedangkan di nomor urut pertama ada Anies yang mendapatkan elektabilitas 46,4 persen. (*)