Anies Bongkar Strategi Penguasa “Usir” Warga Miskin Kota dari Jakarta

Anies Bongkar Strategi Penguasa “Usir” Warga Miskin Kota dari Jakarta
Foto: Instagram Anies Baswedan

KabarJakarta.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan siasat penguasa di Jakarta “mengusir” rakyat miskin kota dari Ibu Kota, salah satunya dengan menaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dia mengatakan, NJOP dan PBB di Jakarta pernah naik lima kali lipat atau 500% sebelum dirinya menjabat.

“Kota Jakarta itu kota yang harga tanahnya naik terus, PBB naik terus, NJOP naik terus. Pernah NJOP Jakarta naik 500%, PBB naik lima kali lipat,” kata Anies di kantor DPW NasDem Sumatera Utara, Jumat (4/11/2022).

Kata Anies, kondisi tersebut bisa memaksa orang dari kelas ekonomi bawah keluar dari Jakarta. Dia menyebut, dengan menaikkan NJOP dan PBB juga menjadi salah satu cara untuk mengosongkan Jakarta dari mereka yang tidak punya.

“Apa artinya? Orang-orang yang dari sosial ekonomi bawah siap-siap keluar dari Jakarta. Kota ini akan diisi oleh mereka yang ada di atas. Itu kebijakan PBB adalah cara sopan untuk mengosongkan Jakarta dari mereka yang tak berpunya. Itu cara sopan dengan menaikkan terus PBB,” ujar bakal capres 2024 yang diusung Partai NasDem ini.

Dia mengaku sempat menanyakan kepada jajarannya saat pertama kali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta terkait kenaikan NJOP dan PBB. Karena itu, Anies mengaku tidak pernah menaikkan PBB sejak tahun 2018 sampai dengan berakhir masa jabatannya pada Oktober 2022 kemarin.

“Kalau rumah dipajakin tinggi, sementara rumah tidak hasilkan nilai tambah. Rumah itu adalah hak asasi manusia, tempat tinggal itu hak asasi manusia, maka di Jakarta sejak 2018 tidak pernah ada kenaikan PBB,” tuturnya.

Tak hanya itu, lanjut Anies, sejak dirinya memimpin Jakarta, semua orang yang berjasa terhadap negara, mulai dari pahlawan hingga purnawirawan, tidak pernah dikenakan PBB. Dia mencontohkan beberapa tokoh yaitu sang proklamator Moh Hatta dan mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

“Semua orang yang berjasa di Jakarta tidak dikenakan PBB. Siapa yang berjasa? Para pejuang kemerdekaan, para veteran, pensiunan ASN, maupun purnawirawan, di Jakarta Nol Rupiah PBB-nya,” tukas Anies.

“Semua yang berjasa untuk Republik ini, semua yang pernah dapat bintang jasa, semua yang pernah dapat penghargaan pahlawan dan anak turunannya yang tinggal di rumah yang sama maka tidak dinaikkan PBB-nya,” sambungnya.

Tak hanya itu, Anies menyebut 85% rumah di Jakarta atau yang nilainya di bawah Rp2 miliar, tidak pernah dikenakan PBB. Selain itu, rumah sakit, sekolah, hingga universitas, juga tidak dikenakan PBB.

Dengan cara seperti itu, kata Anies, diharapkan akan dapat menghadirkan rasa keadilan. Dia menegaskan, Jakarta adalah rumah bagi seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di Jakarta.

“Kalau PBB dinaikan terus, pelan-pelan kota ini (DKI Jakarta) akan kosong ditinggalkan penduduknya nantinya,” pungkasnya.

Penulis : Dodi A

Editor : Adi S

Cek Fakta
CEK FAKTA LAINNYA