Polisi dan Dishub DKI Beda Persepsi Soal Penerapan Mix Traffic

Polisi dan Dishub DKI Beda Persepsi Soal Penerapan Mix Traffic
Ilustrasi (Foto: Net)

KabarJakarta.com - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pengendara sepeda motor yang melintas di jalur sepeda bergaris putus-putus (mix traffic) tidak akan ditilang. Tapi, pemotor harus meningkatkan awareness terhadap keselamatan pengguna sepeda di jalan raya.

“Untuk mix traffic tentu tidak bisa ditilang, tapi lebih kepada bagaimana para pengendara sepeda motor itu lebih aware kepada keselamatan pesepeda,” kata Syafrin di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

Dia pun mengimbau kepada pengendara kendaraan motor agar memahami marka yang ada di ruas mix traffic tersebut. Dia kembali menegaskan, pemotor harus memprioritaskan jalur tersebut bagi pesepeda.

"Kami mengimbau pada masyarakat, begitu ada marka lambang, dalam hal ini sepeda, tentu mereka harus aware ‘oh ini digunakan oleh pesepeda’, dengan begitu mereka akan melakukan perlambatan dan memberikan prioritas,” tuturnya.

Syafrin kemudian merujuk pada UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) tentang prioritas pengguna jalan, yakni keselamatan pejalan kaki dan pesepeda.

"Karena saya yakin, setiap pengendara kendaraan bermotor di Jalan sesuai UU 22 Tahun 2009 itu wajib memprioritaskan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda," tutur dia.

“Artinya, jika mereka memiliki SIM, sudah paripurna terhadap ilmu itu, tidak lagi asal serobot dan seterusnya. Ini yang kita harapkan,” pungkasnya.

Polisi Bersikap Beda

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyatakan akan menilang pengendara sepeda motor yang melintas di jalur sepeda. Hal ini dilakukan sesuai dengan perintah UU No. 22/2009 Pasal 287.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya waktu itu, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan jalur sepeda merupakan jalur khusus yang diperuntukkan bagi pengendara sepeda. Jalur tersebut dilarang untuk dilintasi kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil.

“Kalau pengendara sepeda motor masuk ke jalur sepeda sudah termasuk pelanggaran dan akan ditilang sesuai pelanggarannya,” kata Sambodo, Minggu (14/6/2022).

Dia menyarankan agar para pengendara sepeda motor melintas di jalur yang sudah disediakan. Menurutnya, jika pesepeda bercampur dengan kendaraan bermotor maka berpotensi terjadinya kecelakaan.

“Hari ini jumlah pesepeda luar biasa banyak, terutama di Jalan Sudirman dan Thamrin, sehingga tidak tertampung di jalur sepeda, sehingga mereka mengambil di luar jalur,” tuturnya.

Untuk itu, Sambodo menerjunkan personel untuk memisahkan antara pengendara kendaraan bermotor dengan pesepeda. Tujuannya agar tidak terjadi mix traffic yang tentunya cukup berbahaya.

Sambodo menyebutkan, bagi pelanggar UU No. 22/2009 Pasal 287 akan dikenaik sanksi denda sebesar Rp500.000.

Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas, atau marka jalan akan dipidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000.

Penulis : Ismanto

Editor : Adi S

Cek Fakta
CEK FAKTA LAINNYA