Waswas Menanti Sanksi FIFA Pasca Peristiwa “Horor” di Stadion Kanjuruhan

Waswas Menanti Sanksi FIFA Pasca Peristiwa “Horor” di Stadion Kanjuruhan
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pasca pertandingan Liga 1 antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022). (Foto: ANTARA)

KabarJakarta.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berharap peristiwa kericuhan usai laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, tidak berdampak pada Indonesia.

Sekjen PSSI Yunus Nusi mengaku pihaknya telah menyerahkan laporan awal peristiwa yang berujung kematian ratusan jiwa itu kepada FIFA.

“Saya dan Wakil Sekjen PSSI membangun komunikasi dengan FIFA, dan tentu kita sangat berharap ini tidak menjadi rujukan dan landasan FIFA untuk mengambil keputusan yang tidak baik dan tidak menguntungkan bagi Indonesia dan PSSI khususnya,” kata Yunus dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (2/10/2022).

Ungkap Yunus, sejumlah federasi dan pengurus AFC menghubunginya untuk menanyakan tentang insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan. Dia mengaku kejadian tersebut adalah kejadian luar biasa yang hampir sama dengan kejadian di Peru dan Ghana.

Untuk diketahui, kejadian di Stadion Kanjuruhan bisa menjadi salah satu insiden kericuhan pertandingan sepak bola yang menelan korban jiwa dalam jumlah besar di dunia.

Saat ini, peristiwa berdarah dalam dunia sepak bola terjadi di Stadion Nasional Lima, Peru, pada 26 Mei 1964. Kala itu, Peru tengah bertanding melawan Argentina saat kualifikasi Olimpiade. Penonton turun ke lapangan karena kecewa dengan keputusan wasit yang menganulir gol Peru. Sejumlah penonton terinjak-injak saat kerumunan panik berjalan ke arah luar lapangan untuk menghindari polisi, gas air mata, dan anjing. Dalam catatatn, lebih dari 300 orang meninggal saat insiden tersebut terjadi.

Yunus tidak memungkiri bahwa FIFA bisa saja akan datang untuk meminta keterangan akibat insiden di Stadion Kanjuruhan.

“Bisa saja kalau ini dipandang perlu untuk kepentingan sepak bola dunia, FIFA akan berkunjung ke Indonesia untuk secara jelas dan nyata melihat dan mendengarkan kejadian yang terjadi di tragedi Stadion Kanjuruan,” jelas Yunus.

Dia menegaskan kembali, bahwa kejadian di Stadion Kanjuruhan bukanlah kerusuhan berupa aksi pukul-memukul atau bertikai. Yusnus menyebutkan bahwa insiden Stadion Kanjuruhan terjadi karena kerumunan orang yang berupaya keluar secara berdesakan hingga memicu beberapa orang terinjak dan jatuh.

“Bahwa tragedi Stadion Kanjuruhan bukan perkelahian antar suporter, bukan pertentangan dan rivalitas antar masyarakat, antar suporter atau antar penonton. ini kejadian yang berdesak-desakan keluar dari sebuah pintu yang di dalamnya puluhan ribu penonton yang berkeinginan untuk keluar sehingga terjadi tragedi tersebut,” kata Yunus.

Seperti diketahui, pertandingan BRI Liga 1 musim 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya berakhir dengan skor 2-3 untuk tim tamu berakhir ricuh.

Ribuan suporter Arema FC turun ke lapangan meluapkan emosi karena timnya kalah. Emosi tersebut menjadi tidak terkontrol hingga akhirnya menelan korban jiwa.

Dalam keterangan yang dirilis Polda Jawa Timur ada 129 orang meninggal, 2 di antaranya anggota Polri dan 34 penonton meninggal di Stadion, kemudian yang lain meninggal di rumah sakit pada saat proses upaya pertolongan.

Selain itu, sekitar 13 mobil rusak dalam kejadian tersebut, 10 di antaranya mobil dinas milik Polri, mobil patroli, mobil truk Brimob, mobil Patwal, mobil K9 dan mobil pribadi.

Salah satu yang disorot FIFA adalah adalah upaya penanganan huru-hara yang dilakukan aparat kepolisian yang dinilai melanggar aturan pengamanan dan keamanan stadion FIFA pada poin 19b tentang pengaman di pinggir lapangan.

Presiden Jokowi sudah mengambil sikap atas kejadian yang menewaskan ratusan jiwa tersebut. Ia memerintahkan ada pemberian pengobatan kepada para korban.

Jokowi juga menginstruksikan penghentian Liga 1 sementara dan pengusutan atas kericuhan tersebut.

“Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini. Sedangkan untuk PSSI, saya memerintahkan untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan,” kata Presiden Jokowi dalam keterangannya, Minggu (2/10).

Penulis : Akbar H

Editor : Fritz V Wongkar

Kabar Serupa :
Jadwal Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2022
Kabar Olahraga

Jadwal Lengkap Pertandingan Piala Dunia 2022

31.10.2022 - 01:15
Jokowi Perintahkan Stadion Kanjuruhan Dirobohkan
Kabar Olahraga

Jokowi Perintahkan Stadion Kanjuruhan Dirobohkan

20.10.2022 - 10:27
Presiden FIFA Beri Jokowi Jersey Nomor Punggung 1
Kabar Olahraga

Presiden FIFA Beri Jokowi Jersey Nomor Punggung 1

19.10.2022 - 11:07
Cek Fakta
CEK FAKTA LAINNYA