Puan Disarankan Sering-sering Blusukan, Tapi Jangan dengan Wajah Cemberut ya!

Puan Disarankan Sering-sering Blusukan, Tapi Jangan dengan Wajah Cemberut ya!
Ketua DPP PDIP Puan Maharani. (Foto: ISTIMEWA)

KabarJakarta.com - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno memberikan tips untuk Ketua DPP PDIP Puan Maharani jika ingin menaikkan elektabilitasnya yang hingga kini masih terbilang rendah. Apalagi, Puan digadang-gadang sebagai capres dari PDIP di Pilpres 2024.

Awalnya, Adi menjelaskan bahwa elektabilitas seorang elit politik dilihat dari seberapa sering orang itu turun ke rakyat.

“Elektabilitas itu kaitannya dengan kerja-kerja politik ke bawah. Misalnya, dia turun ke masyarakat, memberikan bantuan sosial, menawarkan solusi-solusi yang dihadapi oleh rakyat,” kata Adi, Kamis (29/9/2022).

Adi menyebut sudah banyak pemimpin di Indonesia yang turun ke rakyat untuk mendongkrak elektabilitasnya. Para elit itu berkeliling Indonesia untuk mengunjungi rakyat dan memberikan bantuan.

“Semakin sering komunikasi, semakin sering memberikan bantuan, semakin sering memberikan solusi yang dihadapi, maka sangat mungkin elektabilitasnya akan tinggi,” ujarnya.

Dia pun menyarankan kepada Puan harus sering berkunjung ke berbagai penjuru Tanah Air, seperti yang dulu dilakukan oleh Joko Widodo (Jokowi).

Apalagi, kata Adi, sekitar 65% masyarakat Indonesia berada di kelas ekonomi menengah ke bawah dengan pendidikan rendah. Sehingga, yang rakyat lihat adalah seberapa sering seorang pemimpin mengunjungi mereka, tidak peduli apa yang terjadi di media sosial.

Hasil Survei SMRC

Sebelumnya, lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menilai PDIP akan sulit memenangkan kontestasi Pilpres 2024 jika mengusung Puan Maharani.

Awalnya, Saiful Mujani mengatakan PDIP memang bisa mengajukan capres sendiri pada Pilpres 2024. Dia memprediksikan PDIP bisa menang pada Pemilu 2024 apabila tidak salah mengambil langkah.

“Logikanya begini, PDIP partai paling besar perolehan suaranya. Dugaan saya, di Pemilu 2024, kalau enggak ada kesalahan pengambilan kebijakan atau kesalahan langkah politik, kemungkinan PDIP kembali akan jadi nomor satu di 2024,” kata Saiful dikutip dari siaran YouTube SMRC bertajuk “Siapa Calon Presiden PDIP 2024?”.

Lalu, dia menjelaskan, PDIP memiliki posisi yang sangat bagus untuk memenangkan capres yang diusungnya. Hanya saja, PDIP harus memilih sosok capres dengan sangat berhati-hati agar tidak salah pilih.

“Ini yang membuat sampai hari ini PDIP belum memutuskan siapa capres yang akan diusungnya. Jadi butuh waktu lebih lama untuk memutuskan. Karena diharapkan calonnya jadi presiden,” ucap Saiful Munjani.

Dia lalu menyinggung Puan Maharani yang terlihat berpotensi diusung oleh PDIP sebagai capres.

“Kita mengerti bahwa Puan Maharani itu digadang-gadang untuk jadi capres. Itu sangat logis, karena beliau adalah pimpinan dari parpol. Mungkin orang kedua terpenting setelah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri,” imbuhnya.

Saiful mengingatkan, agar PDIP mempertimbangkan secara matang jika ingin mengusung Puan, apakah anak dari Megawati dan cucunya Bung Karno ini bisa menang atau tidak.

Berdasarkan survei yang dilakukan SMRC sejak Maret 2021 hingga Agustus 2022, Puan memiliki elektabilitas yang cenderung rendah. Pada Maret 2021, elektabilitasnya hanya 0,5%. Dan, pada Agustus 2022 naik sangat tipis, yakni menjadi 1%.

“Secara statistik, kenaikan itu tidak signifikan. Kalau dari 0,5% menjadi 4% ada kemajuan. Kalau 0,5% menjadi 1% itu sih enggak ke mana-mana,” tukasnya.

Jika melihat elektabilitasnya yang buruk, Saiful tidak melihat alasan kenapa PDIP harus mencalonkan Puan Maharani. Menurut dia, jika PDIP memiliki target agar capres yang mereka usung harus terpilih sebagai Presiden RI, maka sangat berat kalau mencalonkan Puan.

“Kalau kondisinya seperti ini, ya berat dong,” pungkasnya.

Penulis : Sofyan

Editor : Adi S

Cek Fakta
CEK FAKTA LAINNYA