Daftar 15 Polisi Pelanggar Etik di Kasus Ferdy Sambo

Daftar 15 Polisi Pelanggar Etik di Kasus Ferdy Sambo
Irjen Ferdy Sambo menjalani sidang kode etik kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat. (Foto: ANTARA)

KabarJakarta.com - Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terus menggelar sidang para polisi terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (J) yang didalangi eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Saat ini tercatat ada 15 polisi yang sudah menjalani sidang etik dan dijatuhi sanksi dan masih akan berlanjut.

Dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan ada 35 polisi yang diduga melanggar etik terkait kasus Ferdy Sambo.

Mereka dianggap melakukan pelanggaran etik profesi hingga perintangan penyidikan (obstruction justice).

Saat ini, 7 anggota Polri yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus obstruction justice.

Hingga Selasa (27/9), ada 15 polisi yang sudah menjalani sidang etik dan diberikan sanksi. Sanksi yang diberikan berupa penempatan di tempat khusus (patsus) hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Di antara mereka ada yang menyatakan menerima atas sanksi yang diberikan, dan ada juga yang menyatakan banding.

Sebanyak 15 polisi itu terdiri dari 4 tersangka kasus obstruction justice dan 11 orang diduga melanggat kode etik.

Berikut daftar 15 polisi yang sudah menjalani sidang etik:

1. Mantan Kadiv Propam Polri - Irjen Ferdy Sambo

2. Mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri - Kompol Chuck Putranto

3. Mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri - Kompol Baiquni Wibowo

4. Mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri - Kombes Agus Nurpatria

5. Mantan Paurlog Bagrenmin Divisi Propam Polri Divisi Propam Polri - AKP Dyah Candrawati

6. Mantan Kepala Subdit Renakta Polda Metro Jaya - AKBP Pujiyarto

7. Mantan Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya - AKBP Jerry Raymond Siagian

8. Ajudan Ferdy Sambo – Bharada Sadam

9. Mantan BA Roprovos Divisi Propam Polri - Brigadir Frillyan Fitri Rosadi

10. Mantan Banum Urtu Roprovos Divisi Propam Polri - Briptu Firman Dwi Ariyanto

11. Mantan Banit Den A Ropaminal Divisi Propam Polri - Briptu Sigid Mukti Hanggoro

12. Mantan Pamin Den A Ropaminal Divisi Propam Polri - Iptu Januar Arifin

13. Mantan Panit II Unit III Den A Ropaminal Divisi Propram Polri - AKP Idham Fadilah

14. Mantan Panit I Unit 1 Den A Ropaminal Propam Polri - Iptu Hardista Pramana Tampubolon

15. Kepala Subnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jaksel - Ipda Arsyad Daiva Gunawan

Sementara itu, pada Selasa (27/9), giliran Kepala Subdit Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Raindra Ramadhan menjalani sidang etik. Masih ada 19 polisi lain yang akan disidang etik oleh KKEP.

Hingga saat ini, sanksi terbanyak dijatuhkan KKEP ialah sanksi demosi. Ada 9 polisi disanksi demosi 1 hingga 3 tahun.

Berikut daftar sanksi yang dijatuhkan KKEP:

Sanksi Patsus

- Mantan Kasubdit Renakta Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto

Dia dikenai sanksi ditempatkan di patsus selama 28 hari. Dia dinilai terbukti melanggar etika lantaran tidak profesional dalam menangani laporan terkait dugaan pelecehan kepada istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Sanksi Demosi

1. Mantan Paurlog Bagrenmin Divisi Propam Polri AKP Dyah Candrawati dijatuhi sanksi demosi atau penurunan jabatan selama 1 tahun.

2. Mantan sopir Irjen Ferdy Sambo, Bharada Sadam, telah selesai menjalani sidang etik dan dikenai sanksi demosi 1 tahun.

Bharada Sadam melakukan intimidasi terhadap dua wartawan dengan melakukan penghapusan foto serta video di HP milik dua wartawan yang sedang meliput di rumah Irjen Ferdy Sambo.

3. Brigadir Frillyan Fitri Rosadi dijatuhi sanksi demosi 2 tahun karena terbukti tidak profesional terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Dia juga terbukti mengintimidasi wartawan saat liputan di rumah dinas eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. brigadier Frillyan tak mengajukan banding atas putusan tersebut.

4. Briptu Firman Dwi Ariyanto dijatuhi sanksi demosi selama 1 tahun. Dia tidak mengajukan banding atas putusan tersebut.

5. Mantan Banit Den A Ropaminal Divisi Propam Polri Briptu Sigid Mukti disanksi demosi selama 1 tahun. Briptu Sigid dinyatakan tidak profesional dalam melaksanakan tugas. Dia tidak mengajukan banding.

6. Mantan Pamin Den A Ropaminal Divisi Propam Polri Iptu Januar Arifin disanksi demosi selama 2 tahun. Iptu Januar dinyatakan tidak profesional dalam melaksanakan tugas. Dia mengajukan banding atas putusan tersebut.

7. Mantan Panit II Unit III Den A Ropaminal Divisi Propram Polri AKP Idham Fadilah disanksi demosi selama 1 tahun karena tidak profesional dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir Yoshua. Atas perbuatan tercela itu, dia juga diwajibkan meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP dan atau secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak-pihak yang dirugikan. Dia juga diwajibkan mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan dan pengetahuan profesi selama 1 bulan. Atas putusan tersebut, AKP Idham Fadilah menyatakan tidak mengajukan banding.

8. Mantan Panit I Unit 1 Den A Ropaminal Propam Polri Iptu Hardista Pramana Tampubolon dikenakan sanksi demosi selama setahun. Dia diwajibkan meminta maaf secara lisan di hadapan sidang KKEP dan atau secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak-pihak yang dirugikan. Dia juga diwajibkan mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan dan pengetahuan profesi selama 1 bulan. Dia menyatakan tidak mengajukan banding.

9. Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jaksel Ipda Arsyad Daiva Gunawan disanksi demosi selama tiga tahun terkait ketidakprofesionalan di kasus pembunuhan Brigadir Yoshua. Ipda Arsyad tidak banding atas putusan tersebut.

Sanksi PDTH

1. Irjen Ferdy Sambo disanksi PDTH terkait kasus pembunuhan Brigadir Yoshua. Ferdy Sambo juga ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dan perintangan penyidikan kematian Brigadir Yoshua. Dia mengajukan banding atas sanksi PDTH.

2. Kompol Chuck Putranto dalam kasus ini sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan (obstruction justice) kasus Brigadir Yoshua. Kompol Chuck telah disidang dijatuhi sanksi PTDH. Dia mengajukan banding.

3. Kompol Baiquni Wibowo diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dari Polri karena dinilai telah melakukan perbuatan tercela. Baiquni mengajukan banding.

4. Mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri Kombes Agus Nurpatria selaku juga diberhentikan dari Polri karena ditetapkan sebagai tersangka obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir Yoshua. Kombes Agus disebut membuat permufakatan dalam melakukan penghalangan penyidikan ini.

5. Mantan Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry Raymond Siagian dinilai tidak profesional dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir Yoshua. AKBP Jerry dihukum PTDH dari Polri.

9 Polisi Jadi Tersangka Akan Disidang Pidana

Dalam kasus ini, ada 9 orang polisi menjadi tersangka terkait kasus pembunuhan Brigadir Yoshua. Kesembilan tersangka itu terbagi ke dalam 2 klaster yaitu pidana dan perintangan penyidikan (obstruction of justice). Hanya Irjen Ferdy Sambo yang menjadi tersangka di dua klaster kasus tersebut.

Untuk kasus pidana, tiga tersangkanya ialah Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer (RE), dan Bripka Ricky Rizal (RE). Mereka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP.

Sementara untuk tujuh orang tersangka kasus perintangan penyidikan kasus tewasnya Brigadir Yoshua ialah Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Hendra Kurniawan, Kombes Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuck Putranto, dan AKP Irfan Widyanto.

Penulis : Ardiansyah

Editor : Adi S

Cek Fakta
CEK FAKTA LAINNYA