Pemuda Pancasila Dukung dan Apresiasi Setiap Kebijakan Kapolri Listyo Sigit

Pemuda Pancasila Dukung dan Apresiasi Setiap Kebijakan Kapolri Listyo Sigit
Sekjen Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Arif Rahman. (Foto: ISTIMEWA)

KabarJakarta.com - Aparat penegak hukum Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ini menghadapi tantangan begitu dahsyat, baik secara internal maupun eksternal. Tentunya setiap kebijakan dan langkah yang diambil menjadi pro dan kontra dalam era demokrasi yang semakin tumbuh subur dan dewasa karena supremasi hukum menjadi panglima terdepan dalam setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Mengusung jargon Presisi yaitu (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, Berkeadilan), ada 16 program prioritas Sigit sebagai Kapolri. Tentunya 16 program prioritas Jenderal Sigit harus diwujudkan yang telah satu tahun lebih menduduki posisi sebagai Kapolri.

Arif Rahman, Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila menyatakan mendukung dan mengapresiasi setiap langkah dan kebijakan yang diambil oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Bahkan ormas Pemuda Pancasila (PP) di seluruh pelosok Tanah Air siap bersinergi dan bekerja bersama dengan Polri untuk mewujudkan janji Kapolri Jenderal Sigit yang akan lebih siap menerima kritik dan Polri yang transparan,” kata Arif Rahman dalam siaran persnya secara tertulis, Jumat (5/8/2022).

“Peristiwa demi peristiwa yang terjadi selama kepemimpinan Kapolri Jenderal Sigit, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi kepemimpinan Kapolri saat ini,” lanjut Arif.

Namun, dia menegaskan, Pemuda Pancasila meyakini bahwa Polri mampu melewati badai yang terjadi di bawah kepemimpinan Listyo Sigit.

Arif juga mengatakan, lembaga Polri merupakan milik semua anak bangsa, dan keberadaannya sangat penting, maka harus dijaga dengan sangat baik.

“Setiap kebijakan dan langkah yang berlaku dalam Polri haruslah kebijakan Kapolri sebagai pimpinan tertinggi Polri dan Etika kelembagaan yang sudah diatur dalam kode etik profesi Polri,” ujarnya.

“Sehingga tidak ada faksi-faksi atau gerbong-gerbong dalam Polri yang bisa merubah kebijakan dari Kapolri saat ini. Karena semua anggota Polri harus taat dan loyalitas tunggal terhadap perintah Kapolri,” tegas Arif.

Dia juga mengatakan, dalam kasus peristiwa Brigadir J, Pemuda Pancasila mendukung dan mengapresiasi langkah serta kebijakan Kapolri Listyo Sigit. Tentunya, langkah dan kebijakan yang dilakukan dalam koridor untuk mengusut aktor Intelektual dibalik peristiwa tersebut.

“Jangan sampai citra Polri dirusak oleh aktor intelektual yang bermain dibalik cerita Brigadir J,” pungkasnya.

Penulis : Ardiansyah

Editor : Zultamzil

Cek Fakta
CEK FAKTA LAINNYA