Ganti Nama Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat, Anies Langgar UU No. 44/2009

Ganti Nama Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat, Anies Langgar UU No. 44/2009
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengganti nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. (Foto: ANTARA)

KabarJakarta.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengganti nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta. Perubahan nama ini diiringi dengan penyeragaman seluruh logo rumah sakit umum se-Jakarta.

Pencanangan penggantian nama RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta dilakukan di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat. Melalui penggantian nama ini, Anies ingin agar rumah sakit tidak lagi sebagai tempat orang sakit.

Perubahan nama Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, menurut Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto telah melanggar UU No. 4 Tahun 2019 tentang Rumah Sakit.

“Dalam Undang Undang ini yang dimaksud dengan: Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat,” jelas Hari Purwanto melalui siaran persnya secara tertulis, Kamis (4/8/2022).

Lanjut Hari, kebijakan Anies Baswedan yang merubah nama Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat telah bertentangan dengan UU No. 44 Tahun 2009, dimana penggantian nama membutuhkan pembiayaan penggantian logo, rebranding dan lainnya.

“Tentunya dalam perubahan nama yang diatur dalam UU membutuhkan keputusan DPRD DKI Jakarta,” tukasnya.

“Akan menjadi beban siapa jika perubahan nama tersebut? Anies Baswedan jangan Asal Bunyi (asbun) dan menabrak Undang Undang,” pungkasnya.

Penulis : Sofyan

Editor : Zultamzil

Cek Fakta
CEK FAKTA LAINNYA