Pemilu  

Server KPU Di-Setting untuk Menangkan Paslon Tertentu?

Ketua KPU Hasyim Asyari. (Foto: Net)

Namun, lanjut dia, saat konversi data ke Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), jumlah suara Prabowo-Gibran melambung menjadi 748 suara.

“Di situ terlihat yang berubah paslon nomor dua, jadi 748 suara. Jadi ditambahkan angkanya di situ menjadi ribuan,” paparnya.

Menurut BW, hal tersebut bukan salah menulis. Sebab, sistem IT akan secara otomatis bisa membaca.

“Semestinya IT atau Artificial Intelligence (AI) di dalam sistem KPU bisa membaca kalau tidak direkayasa saat dibangun,” kata BW.

“Jadi, kalau masalah fundamental yang seperti ini saja KPU tidak bisa melakukan, wajar saja kalau kita mencurigai ada indikasi kuat membangun sistem yang sudah diotomatisasi,” tambahnya. (*)