Sudin Parekraf Catat Jumlah Wisatawan Kep. Seribu Melonjak

wisata kepulauan seribu
Ilustrasi wisata Kepulauan Seribu

KabarJakarta.com – Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu mencatat jumlah wisatawan yang mengunjungi wilayahnya selama libur Idul Adha 1445 Hijriah mencapai 1.246 orang hingga Senin, 17 Juni 2024.

Kepala Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan menjelaskan, para wisatawan memasuki wilayah Kepulauan Seribu melalui beberapa pintu masuk, diantaranya dermaga Marina Ancol, Muara Angke, Tanjung Pasir, dan Cituis.

“Wisatawan masuk ke wilayah kami melalui beberapa pintu masuk, antara lain dermaga Marina Ancol dengan 356 orang, Muara Angke dengan 416 orang, Tanjung Pasir dengan 449 orang, dan Cituis dengan 25 orang,” sebut Sonti seperti dilansir antaranews.com, Senin 18 Juni 2024.

Ia mengungkapkan bahwa dari total kunjungan tersebut, terdapat 1.090 wisatawan domestik dan 156 wisatawan mancanegara yang mengunjungi berbagai pulau di Kepulauan Seribu.

“Mayoritas wisatawan tertarik mengunjungi pulau-pulau berpenduduk serta pulau resor yang menawarkan berbagai fasilitas wisata menarik,” tambahnya.

Pada akhir pekan Sabtu (15/6) dan Minggu (16/6) sebelumnya, total wisatawan yang mengunjungi wilayah kepulauan di Provinsi DKI Jakarta mencapai 5.293 orang. Menjelang libur Idul Adha, banyak wisatawan datang untuk menikmati berbagai destinasi yang tersedia di Kepulauan Seribu.

“Wilayah Kepulauan Seribu mudah dijangkau dengan berbagai fasilitas yang memudahkan wisatawan untuk berlibur,” jelasnya.

Dari dermaga Kali Adem, pengunjung dapat menggunakan kapal kayu dengan tarif sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu, atau kapal Dinas Perhubungan DKI Jakarta dengan tarif sekitar Rp 44 ribu hingga Rp 74 ribu. Sementara itu, tarif dari dermaga Marina Ancol berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sebelas destinasi wisata unggulan di pulau berpenduduk dan mengajukan peraturan daerah (Perda) ke Provinsi DKI Jakarta sebagai pendukung.

“Pemerintah kabupaten telah membuat terobosan dan ada kemajuan serta ide-ide inovatif yang dapat direalisasikan,” tuturnya.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kepulauan Seribu, maka pembangunan di daerah ini tidak akan maksimal. Junaedi menjelaskan bahwa strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dilakukan bersamaan dengan perubahan DKI Jakarta menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ).

“Jakarta mengarah ke kota global dengan beberapa indikator di sektor pariwisata dan penetapan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),” pungkasnya.