KabarJakarta.com- Kejaksaan Agung (Kejagung) membenarkan penangkapan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Informasi mengenai penangkapan tersebut dikonfirmasi oleh Pusat Penerangan Hukum Kejagung setelah beredar luas di publik.
Erwin diketahui sedang terlibat dalam beberapa kasus yang tengah diselidiki oleh aparat penegak hukum.
Namun, pihak Kejagung belum memberikan keterangan detail mengenai perkara yang menjeratnya maupun lokasi penangkapan.
Rencananya, Kejaksaan Negeri Bandung akan menggelar konferensi pers pada pukul 19.00 WIB untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai OTT tersebut.
Sebelumnya, muncul laporan bahwa penyidik Kejagung telah melakukan penggeledahan di sejumlah tempat yang berkaitan dengan penyelidikan terhadap Erwin.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemberantasan praktik korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.
Kejaksaan Agung menegaskan bahwa setiap proses hukum yang dilakukan bertujuan menjaga integritas pejabat publik dan memastikan penegakan hukum berjalan secara transparan.
Latar Belakang dan Pendidikan Wakil Wali Kota Bandung Erwin
Erwin lahir di Bandung pada 18 Mei 1972. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Cikadut dan SD Cikutra V, kemudian melanjutkan ke SMP Santa Maria dan SMA Yodhatama Bandung.
Setelah itu, Erwin memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) dan Magister Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Nusantara (Uninus).
Saat ini, ia juga tercatat sebagai mahasiswa program doktoral Ilmu Pendidikan di universitas yang sama.
Kombinasi pendidikan ekonomi dan keagamaan menjadi dasar bagi Erwin dalam membangun citra sebagai politisi religius yang berpihak pada masyarakat kecil.
Jejak Erwin, dari Pengusaha ke Politisi
Sebelum terjun ke politik, Erwin dikenal sebagai pengusaha selama lebih dari dua dekade, tepatnya sejak tahun 1991 hingga 2011.
Pengalaman panjangnya di dunia usaha, terutama dalam membina pelaku UMKM, mendorongnya untuk terjun ke ranah publik.
Ia kemudian mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Kota Bandung dan berhasil terpilih pada Pemilu 2019, mewakili Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).






