KabarJakarta.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo merespons permintaan bantuan material bangunan bagi korban kebakaran di Kampung Rawa Indah, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, yang terjadi Jumat (6/6) lalu.
“Pasti dipertimbangkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mencari jalan keluar,” ujar Pramono saat ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (7/6).
Pramono menjelaskan, proses pemberian bantuan masih dalam tahap pembahasan dengan para pemangku kepentingan terkait. Kendala utama yang dihadapi adalah status kepemilikan lahan yang hingga kini belum jelas.
“Karena memang ada persoalan lahan di sana antara para pengguna lahan dengan pemiliknya, itu yang jadi persoalan,” tuturnya.
Meski demikian, Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta tidak tinggal diam atas musibah yang menimpa warganya. Setiap langkah tetap harus memperhatikan aspek legalitas agar kebijakan dapat dijalankan sesuai ketentuan.
Sebagai informasi, kebakaran hebat terjadi di permukiman padat penduduk di Jalan Empang Damai, Rawa Indah, pada Jumat siang (6/6). Api cepat meluas karena mayoritas bangunan merupakan rumah panggung semi permanen berbahan kayu yang mudah terbakar.
Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 450 rumah semi permanen dan memaksa 800 kepala keluarga atau sekitar 3.200 jiwa mengungsi ke lahan kosong tak jauh dari lokasi kejadian.
Warga yang terdampak pun berharap adanya bantuan konkret dari pemerintah, khususnya berupa material bangunan untuk memperbaiki rumah mereka yang ludes terbakar.
“Harapannya, Pemerintah Jakarta memberi bantuan ke korban kebakaran ini, berupa apa kek, kaya kayu atau apa. Enggak perlu duit, bisa bahan material,” kata Sugiman (65), salah satu warga yang menjadi korban.






