Pemkot Jaksel Instruksikan Perbaikan Turap Rusak di Sekitar RPTRA Betawi Ngumpul

Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar Tinjau RPTRA Betawi Ngumpul di Srengseng Sawah

KabarJakarta.com — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan meminta Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) segera memperbaiki kerusakan turap di sekitar Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Betawi Ngumpul, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.

“Saya minta SDA untuk segera memperbaiki bagian turap yang rusak agar air tidak masuk dan menggenangi RPTRA ini,” ujar Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, saat meninjau lokasi, Rabu.

Peninjauan dilakukan guna memastikan seluruh proses pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur pengendali banjir berjalan dengan optimal. Dalam kegiatan itu, Anwar bersama jajaran pemerintah kota meninjau lokasi dengan bersepeda dari Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Setelah dari RPTRA Betawi Ngumpul, rombongan melanjutkan peninjauan ke RPTRA Waru Timbul, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan Pasar Minggu. Di titik ini, Anwar ingin memastikan proyek pembangunan turap Kali Pulo tidak mengalami kendala dan berjalan sesuai rencana.

“Sebelumnya turap di Kali Pulo sempat mengalami longsor, dan telah diperbaiki oleh SDA. Maka dari itu, saya berharap perbaikannya dilakukan secara menyeluruh agar kondisi aliran sungai kembali normal,” katanya.

Saat ini, Suku Dinas SDA Jakarta Selatan tengah melakukan pengerukan di tujuh lokasi penting, yaitu Kali Grogol (depan Mayapada), Kali Jelawe (Kebayoran Baru), Kali Ciliwung dan Kali Cideng (keduanya di wilayah Tebet), Waduk L dan Waduk Filter (Ragunan), serta saluran penghubung Pelita (Cilandak).

Selanjutnya, pengerukan akan dilanjutkan ke segmen lain dari Kali Ciliwung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya terpadu Pemkot Jakarta Selatan untuk menjaga kelancaran aliran air dan mencegah genangan.

Selain pengerukan, pemerintah kota juga mendorong percepatan pembuatan sumur resapan melalui program Gerakan Menabung Air sebagai solusi jangka panjang penanggulangan banjir. Program ini tak hanya bertujuan mengurangi risiko banjir, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem dan konservasi air tanah di wilayah Jakarta Selatan.