Jakarta Masuk 5 Besar Kota dengan Udara Terburuk di Dunia, Warga Diimbau Gunakan Masker

Ilustrasi - Kualitas udara pagi ini di Jakarta

KabarJakarta.com — Kualitas udara di Jakarta pada Senin pagi (27/5) tercatat sebagai yang kelima terburuk di dunia dan masuk dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 05.25 WIB, indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) Jakarta berada pada angka 152.

Angka tersebut menunjukkan kualitas udara masuk dalam kategori “tidak sehat” dengan konsentrasi polusi udara PM2.5 mencapai 57,3 mikrogram per meter kubik. Partikulat PM2.5 adalah partikel halus yang dapat menembus sistem pernapasan manusia dan menyebabkan gangguan kesehatan, terutama pada kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Kategori “tidak sehat” berarti kualitas udara dapat berdampak merugikan bagi manusia dan hewan yang sensitif, serta dapat menimbulkan kerusakan pada tumbuhan dan nilai estetika lingkungan.

Untuk kategori lainnya, IQAir mengelompokkan kualitas udara sebagai berikut:

  • Baik (0–50): Tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia dan hewan.
  • Sedang (51–100): Tidak berpengaruh pada kesehatan manusia, namun dapat berdampak pada tumbuhan sensitif.
  • Tidak Sehat (101–200): Dapat berdampak pada kelompok sensitif.
  • Sangat Tidak Sehat (201–300): Dapat merugikan kesehatan sejumlah segmen populasi.
  • Berbahaya (301–500): Dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius bagi seluruh populasi.

Dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk hari ini, Jakarta berada di bawah:

  1. Kinshasa, Kongo – AQI 168
  2. Delhi, India – AQI 160
  3. Lahore, Pakistan – AQI 158
  4. Riyadh, Arab Saudi – AQI 152
  5. Jakarta, Indonesia – AQI 152

Meski tidak menduduki posisi pertama, warga Jakarta tetap diimbau untuk waspada terhadap dampak buruk polusi udara. Beberapa langkah pencegahan yang direkomendasikan adalah:

  • Mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
  • Menutup jendela untuk menghindari masuknya udara luar yang tercemar
  • Menggunakan penyaring udara (air purifier) di dalam ruangan

Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat untuk menurunkan tingkat polusi udara demi menjaga kesehatan publik.