Gubernur Jabar Meminta ITB Menyusun Masterplan Jatinangor Sebagai Kota Pendidikan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat dialog bersama Mahasiswi Unpad.Ist

KabarJakarta.com- Sebanyak 11 ribu mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (UNPAD) menyambut gembira kedatangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam sebuah acara di Jatinangor. Kunjungan ini bukan hanya ajang silaturahmi, melainkan juga forum diskusi tentang berbagai permasalahan, mulai dari isu infrastruktur hingga kisah perjuangan para mahasiswa.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi pun menyoroti kondisi Jatinangor yang sering dilintasi truk besar, yang memicu berbagai kecelakaan hingga menelan korban jiwa.

Dalam kesempatan tersebut, seorang mahasiswa hukum menyampaikan aspirasi terkait minimnya fasilitas bagi pejalan kaki dan banyaknya kecelakaan akibat truk besar di Jatinangor. Menanggapi hal itu, Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa ia telah meminta Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyusun masterplan Jatinangor sebagai kota pendidikan.

Ia berjanji akan bertemu dengan seluruh rektor universitas di kawasan tersebut pada September mendatang untuk membahas dan memulai implementasi rencana tersebut. Kata Gubernur Jabar dalam Kabar Kang Dedi Mulyadi,16 Agustus 2025.

Dalam kesempatan tersebut, seorang mahasiswa hukum menyampaikan aspirasi terkait minimnya fasilitas bagi pejalan kaki dan banyaknya kecelakaan akibat truk besar di Jatinangor. Menanggapi hal itu, Gubernur Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa ia telah meminta Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menyusun masterplan Jatinangor sebagai kota pendidikan. Ia berjanji akan bertemu dengan seluruh rektor universitas di kawasan tersebut pada September mendatang untuk membahas dan memulai implementasi rencana tersebut.

Di kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga berbincang dengan mahasiswi lain, yang mengaku hanya memiliki uang saku Rp 100 ribu per minggu. Mahasiswa itu hidup bersama neneknya, mencoba mandiri dengan berjualan produk sendiri. Terinspirasi oleh semangat kemandiriannya, Gubernur Dedi Mulyadi menantang mahasiswa itu untuk tidak meminta uang dari orang tua dan berjanji akan memberikan uang bulanan sebesar Rp 1,5 juta selama satu tahun penuh.