DKI Jakarta dan Banda Aceh Teken MoU Transformasi Digital untuk Pelayanan Publik

Pemprov DKI-Pemkot Banda Aceh Sepakati Kerja Sama Transformasi Digital

KabarJakarta.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama lintas daerah di bidang transformasi digital untuk memperkuat pelayanan publik. Penandatanganan ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-820 Kota Banda Aceh, Sabtu (24/5/2025).

Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya, Sekretaris Menteri BUMN Rabin Indrajad Hattari, perwakilan pemerintah daerah, serta tokoh-tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih cepat, inklusif, dan berbasis teknologi.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Di tengah derasnya laju teknologi, kolaborasi ini menjadi tonggak awal sinergi antardaerah untuk mempercepat layanan publik,” ujar Budi.

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini tidak semata-mata soal teknologi, melainkan juga tentang berbagi pengalaman, solusi inovatif, dan membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif dan kolaboratif.

Salah satu bentuk nyata transformasi digital yang diperkenalkan adalah SuperApps JAKI (Jakarta Kini), platform digital milik Pemprov DKI Jakarta yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu kanal terpadu.

“JAKI hadir menjawab tuntutan masyarakat akan kemudahan dan kecepatan. Kami sangat terbuka jika JAKI dapat dikembangkan bersama Banda Aceh, tentu dengan penyesuaian terhadap nilai-nilai lokal,” jelas Budi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Banda Aceh atas sambutan hangat dan semangat kolaboratif yang ditunjukkan.

“Terima kasih kepada Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal dan seluruh jajaran yang telah menerima kami dengan sangat baik. Selamat Ulang Tahun ke-820 untuk Kota Banda Aceh,” tutupnya.

MoU ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi lanjutan antara kedua daerah, baik dalam pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas SDM, maupun replikasi inovasi pelayanan publik.