BSSN Bantah Kebocoran Data Poltek SSN

BSSN memastikan tidak ada kebocoran data rahasia di situs Poltek SSN dan meminta media melakukan koreksi pemberitaan. (Foto: Istimewa)

KabarJakarta.com – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membantah dugaan kebocoran data pada situs Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN).

BSSN menilai pemberitaan yang beredar menimbulkan kesalahpahaman karena tidak melalui proses konfirmasi resmi.

BSSN menyebut informasi dugaan kebocoran data muncul pada Selasa (19/5/2026), dan ditemukan tim Cyber Threat Intelligence BSSN di sejumlah forum dark social.

BSSN kemudian melakukan validasi terhadap data yang diklaim bocor tersebut. Hasil pemeriksaan memastikan data itu bukan informasi rahasia negara.

Menurut BSSN, data yang beredar merupakan informasi publik pada situs Poltek SSN.

“Data yang diunggah bukan data rahasia dan dapat diakses publik melalui situs Poltek SSN,” ujar Humas BSSN, Arif Rahman Hakim saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (23/5/2026).

BSSN menjelaskan sampel data berisi potongan teks dan kalimat tanpa konteks tertentu. Informasi tersebut disebut bagian dari materi publikasi layanan kepada masyarakat.

Selain itu, BSSN memastikan tidak ditemukan akses ilegal pada sistem maupun basis data Poltek SSN.

“Tidak ditemukan indikasi unauthorized access maupun kerusakan integritas basis data,” katanya.

BSSN menegaskan situs Poltek SSN tetap beroperasi normal dengan standar keamanan yang berlaku.

Lembaga itu juga meminta media yang memuat informasi keliru segera melakukan hak jawab dan koreksi. Permintaan tersebut merujuk Pasal 5 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BSSN turut mengingatkan kewajiban perusahaan pers melakukan ralat terhadap informasi yang tidak tepat.

BSSN mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap isu keamanan siber nasional.

BSSN juga membuka ruang diskusi terkait penguatan keamanan siber di Indonesia. (*)