BPBD DKI Jakarta: Tiga RT di Pluit Masih Terendam Banjir Rob, Warga Diminta Waspada

Kepala Dinas Sumber Daya Air Ika Agustin

KabarJakarta.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat masih terdapat tiga rukun tetangga (RT) di Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang terdampak banjir rob hingga Senin (24/6) dini hari.

“Hingga pukul 03.00 WIB, tercatat tiga RT yang masih tergenang banjir rob,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta.

Menurut Yohan, ketinggian air di wilayah tersebut bervariasi, mulai dari 15 sentimeter hingga 45 sentimeter. BPBD telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan dan melakukan koordinasi lintas dinas.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan air serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik,” jelasnya.

Selain penanganan teknis, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan para lurah dan camat guna menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak.

“Kami menargetkan genangan dapat segera surut,” kata Yohan, seraya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.

BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ragu menghubungi layanan darurat 112 jika berada dalam kondisi genting. “Layanan ini tersedia gratis selama 24 jam nonstop,” tambahnya.

Sebelumnya, BPBD DKI telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob yang berpotensi terjadi pada 24 hingga 31 Juni 2025, berdasarkan informasi dari BMKG Kelas I Maritim Tanjung Priok.

Fenomena ini dipicu oleh peristiwa astronomi Super New Moon yang bertepatan dengan fase bulan baru dan posisi perigee titik terdekat bulan ke bumi yang akan terjadi pada 27 Juni 2025. Kondisi tersebut diperkirakan akan menyebabkan peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum.

Beberapa wilayah pesisir utara Jakarta yang diprediksi terdampak banjir rob antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, serta wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.

BPBD menekankan pentingnya kewaspadaan warga pesisir terhadap potensi bencana tersebut, khususnya bagi yang bermukim di kawasan rendah atau dekat garis pantai.