Audisi Abang None Jakarta Utara 2025 Resmi Dimulai, 255 Pendaftar Berebut Kursi 15 Pasang Finalis

Audisi Calon Abnon Jakarta Utara 2025 Resmi Dimulai

KabarJakarta.com — Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Utara menggelar audisi Calon Abang None (Abnon) 2025 pada Sabtu (14/6) hingga Minggu (15/6) di Ruang Bahari, Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Seleksi ini menjadi bagian dari upaya mempromosikan budaya Betawi dan pariwisata Jakarta melalui figur generasi muda yang cerdas, santun, dan berkarakter.

Kepala Suku Dinas Parekraf Jakarta Utara, Shinta Nindyawati, menyampaikan bahwa pada hari pertama audisi akan disaring 30 pasang peserta terbaik. Mereka yang lolos akan kembali mengikuti audisi tahap kedua yang digelar keesokan harinya, Minggu (15/6). “Setelahnya akan dipilih 30 orang atau 15 pasang calon Abang None untuk mengikuti tahapan pelatihan dan seleksi lanjutan,” ujarnya.

Sebelum pelaksanaan audisi, pihak Sudin Parekraf telah melakukan sosialisasi secara daring melalui media sosial Instagram dan TikTok, serta sosialisasi luring lewat kegiatan roadshow, partisipasi dalam Car Free Day, dan kunjungan ke sejumlah kampus di wilayah Jakarta Utara.

Dari hasil penjaringan tersebut, tercatat 255 pemuda-pemudi mendaftarkan diri secara online. Namun, hingga sesi pembukaan audisi pada Sabtu pagi, hanya 98 calon None dan 55 calon Abang yang hadir dan siap menjalani proses seleksi.

“Dalam proses penilaian kami melibatkan para juri yang kompeten di bidangnya masing-masing,” imbuh Shinta, menegaskan bahwa kualitas dan integritas peserta menjadi fokus utama seleksi.

Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, menilai pemilihan Abang None sebagai ajang strategis yang tidak hanya menonjolkan penampilan fisik, tetapi juga menanamkan nilai budaya Betawi serta semangat kebangsaan dalam diri peserta.

“Kegiatan ini bukan sekadar kontes, melainkan proses pembentukan duta wisata dan budaya yang akan membawa citra Jakarta Utara di kancah yang lebih luas,” ujar Hendra.

Ia menekankan bahwa peran Abang None kini telah bertransformasi menjadi representasi kota yang harus cakap berkomunikasi, memahami budaya lokal, dan berwawasan global. “Saya ingin tahun ini, Abang None Jakarta Utara tidak hanya berprestasi di tingkat wilayah, tetapi juga mampu mengukir prestasi sebagai juara umum dan favorit di tingkat Provinsi DKI Jakarta,” tandasnya.