Angin Kencang Terjang Pulau Sabira, 11 Rumah Rusak Warga dan Petugas Gabungan Lakukan Penanganan Cepat

Istimewa - Petugas Gabungan Tangani Dampak Angin Kencang di Pulau Sabira

kabarJakarta.com — Pulau Sabira, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, dilanda angin kencang yang menyebabkan kerusakan cukup parah pada akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu dan Minggu (14–15 Juni 2025). Peristiwa ini mengakibatkan tumbangnya pohon serta rusaknya belasan rumah warga di RW 03.

Lurah Pulau Harapan, Yusuf, menyampaikan bahwa respons cepat dilakukan dengan mengerahkan petugas gabungan untuk menangani dampak kejadian tersebut. Tim yang terlibat dalam kerja bakti ini terdiri dari Pasukan Oranye, Pasukan Biru, personel Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara.

“Angin kencang menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah rumah warga dan menumbangkan beberapa pohon. Kami langsung bergerak untuk membersihkan area terdampak dan memperbaiki bagian rumah yang rusak agar tidak membahayakan,” ujar Yusuf, Senin (16/6).

Sebanyak 20 petugas gabungan dikerahkan dan disebar ke masing-masing RT untuk bergotong royong bersama warga. Fokus utama kerja bakti adalah membersihkan pecahan material bangunan, seperti asbes, serta mengevakuasi pohon tumbang yang menghalangi akses permukiman.

“Dari pendataan sementara, terdapat 11 rumah yang mengalami kerusakan. Dua pohon besar juga tumbang dan langsung kami tangani. Untuk atap rumah yang terlepas namun tidak pecah, petugas membantu memasangnya kembali,” jelas Yusuf.

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun sejumlah warga mengalami kerugian material akibat rusaknya bagian atap dan struktur rumah mereka.

“Kami telah melaporkan kejadian ini ke Pemkab Kepulauan Seribu. Diharapkan bantuan perbaikan bisa segera direalisasikan,” tambahnya.

Ketua RW 03 Kelurahan Pulau Harapan, M. Ali Kurniawan, juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan para petugas dalam membersihkan dan menanggulangi dampak bencana. Ia menyebut bahwa sembari menanti bantuan resmi, warga berinisiatif melakukan perbaikan mandiri dengan memanfaatkan bahan bangunan bekas.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah turun langsung membantu. Meski dengan keterbatasan, kami tetap berupaya agar kondisi rumah-rumah warga bisa segera kembali layak huni,” pungkasnya.