KabarJakarta.com- Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Jawa Barat melakukan aksi demonstrasi di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menuntut pengusutan dugaan korupsi di PDAM Tirtawening, senin 6-10-2025, dengan melakukan orasi dan menggelar spanduk.
Fitra Ramadan, Koordinator Aliansi tersebut mengatakan bahwa selama sepuluh tahun kepemimpinan Soni Salimi selaku Direktur PDAM Tirtawening meningglkan banyak masalah yang berdampak terhadap kualitas layanan serta dugaan kuat terjadinya perbuatan korupsi yang merugikan keuangan negara atau keuangan Pemerintah Kota Bandung.
“Masalah proyek mangkrak IPA Cikalong yang menelan anggaran sebesar enampuluh milyar rupiah pada anggaran 2018, penggunaan aset PDAM di Jalan Pasir Kaliki dan Jalan PDAM Sukagalih, serta penggunaan aplikasi online AA LINCAH, yang serta berbagai masalah lain yang menimpa PDAM Tirtawening” ujar Fitra.
Fitra Ramadan menekankan, penegak hukum sudah harus turun tangan melakukan penindakan terhadap berbagai masalah yang terjadi di PDAM Tirtawening, tidak hanya pengawasan manajerial karena sudah ada muatan pidana dalam hal penggunaan anggaran.
“Menurut informasi yang kami dapatkan, Dewan Pengawas Perumda Tirtawening telah menyampaikan laporan kepada Walikota mengenai berbagai masalah yang ditinggalkan oleh Soni Salimi, namun hingga saat ini belum ada tindaklanjut, sehingga sudah seharusnya melibatkan aparat penegak hukum” ujar Fitra menambahkan.
Staf Kejaksaan Tinggi yang menemui perwakilan demonstran untuk mengajak berdialog ditolak oleh peserta demo. “Kami ingin tindakan cepat dan tegas dari Kejaksaan, bukan sekedar dialog” ujar Fitra menyampaikan alasan penolakan mengutus perwakilan untuk berdialog saat demonstrasi tersebut.
Fitra juga menambahkan akan mengirim aduan ke Komisi Pemberantasan Korupsi serta kepada Walikota Bandung untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem manajemen PDAM Tirtawening untuk mencegah kerugian lebih besar, karena menurutnya kerugian PDAM Tirtawening merupakan kerugian pula bagi pemerintah Kota Bandung, akibat lebih jauh adalah kerugian bagi masyarakat Kota Bandung.






