News  

62 Warga Indonesia Positif Terinfeksi Superflu

Kemenkes memastikan superflu subclade K tidak lebih parah dari flu musiman. Hingga Desember 2025, tercatat 62 kasus di Indonesia. (Foto: Istimewa)

KabarJakarta.com – Sebanyak 62 warga Indonesia terkonfirmasi influenza A(H3N2) subclade K atau superflu.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan subclade K tidak lebih berbahaya dibandingkan varian influenza lainnya.

Tingkat keparahan superflu dinilai setara dengan flu musiman yang umum dialami masyarakat.

Hingga akhir Desember 2025, situasi influenza nasional masih dalam kondisi terkendali.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menegaskan subclade K tidak meningkatkan risiko sakit berat.

“Penilaian ini berdasarkan evaluasi WHO dan data epidemiologi yang tersedia,” ujar dr. Prima Yosephine.

Ia menjelaskan gejala subclade K mirip flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan.

Secara global, peningkatan influenza A(H3) terpantau di Amerika Serikat sejak pekan ke-40 tahun 2025.

Lonjakan tersebut berkaitan dengan masuknya musim dingin di wilayah tersebut.

Subclade K pertama kali diidentifikasi CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025. Varian tersebut kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

Di Asia, subclade K ditemukan di Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Thailand.

Meski menjadi varian dominan, tren kasus di negara Asia menurun dua bulan terakhir.

Di Indonesia, influenza A(H3) juga menjadi varian yang paling banyak ditemukan. Kemenkes mencatat tren kasus influenza nasional menurun dalam dua bulan terakhir.

Subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui surveilans sentinel ILI-SARI.

Pemeriksaan whole genome sequencing diselesaikan pada 25 Desember 2025.

Sebanyak 62 kasus subclade K tersebar di delapan provinsi. Kasus terbanyak tercatat di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas penderita berasal dari kelompok anak-anak dan perempuan.

Dari 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS.

Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang telah dikenal dalam surveilans WHO.

Kemenkes akan terus memperkuat surveilans dan kesiapsiagaan menghadapi influenza.

Masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Vaksinasi influenza tahunan dianjurkan bagi lansia, ibu hamil, dan penderita komorbid.

Masyarakat diminta tetap di rumah saat flu dan menggunakan masker.

Etika batuk dan bersin juga perlu terus diterapkan.