News  

Akhirnya, KPK Mendeteksi Keberadaan Dito Mahendra, di Mana Tuh?

Kabarjakarta.com

KabarJakarta.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sudah mendeteksi keberadaan Dito Mahendra. Namun, KPK enggan menyebutkan keberadaan Dito.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan penyidik sudah memiliki strategi bagaimana menjemput paksa Dito Mahendra.

Pasalnya, orang yang sedang dicari itu bersifat dinamis alias sering berpindah-pindah tempat.

“Strategi mencarinya seperti apa di lapangan, ada di mana tentu tidak bisa kita sampaikan karena ini sesuatu yang dinamis, tidak statis seperti kita mencari alamat. Karena kalau dinamis, orang ini terus bergerak,” kata Ali di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2023).

Ali mengatakan penyidik akan menuntaskan semua kasus yang ditangani, termasuk kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.Dito Mahendra berada di Medan.

“Lapor bapak2 di @official.kpk dito mahendra skrg posisinya di Medan. Laporan selesai,” tulis Nikita Mirzani, Rabu (11/1/2023).

Tak hanya sekali, Nikita melaporkan keberadaan terbaru Dito Mahendra. Terakhir dia menyebutkan Dito Mahendra sudah kembali ke Jakarta.

Sebelumnya, Sahabat Nikita MIrzani, Fitri Salhuteru pun mengaku turut penasaran dengan keberadaan Dito Mahendra.

“Kan dari KPK sendiri kan minta bantuan influencer untuk menginformasikan di mana saudara Dito Mahendra berada," kata Fitri dikutip dari kanal YouTube KH Infotainment, Minggu (22/1/2023).

Hadiah sebesar Rp35 juta itu ia berikan sebagai penyamangat dalam mencari keberadaan Dito Mahendra.

Uang Rp17,5 juta merupakan milik Fitri Salhuteru dan sisanya milik sang sahabat, Nikita Mirzani.

“Ya saya sebagai orang yang penasaran juga keberadaan Dito, biar pada semangat nyarinya saya kasih sayembara lah, Rp17,5 juta dari saya, Rp17,5 dari Niki,” jelasnya.

Fitri Salhuteru pun mengajak masyarakat untuk ikut membantu pemerintah dengan menginformasikan keberadaan Dito Mahendra.

“Kalau memang di antara teman-teman yang mempunyai sosial media kalau melihat, tahu keberadaan saudara Dito Mahendra yuk kita bantu pemerintah lah,” katanya.

“Untuk mempermudah mencari orang yang diduga melanggar hukum atau menjadi buronan di negara ini,” imbuh Fitri.

Fitri menyebutkan banyak masyarakata yang turut berpartisipasi dalam sayembaranya itu.

“Banyak, banyak. Ada yang bilang ‘ini kak, aku lihat di Bali', tapi biasalah ya ada yang mirip-mirip sedikit tapi bukan. Seru sih,” ungkapnya.