KabarJakarta.com – BRI Ventures kembali menyelenggarakan Summit di tahun 2022 yang dihadiri oleh tamu dari berbagai kalangan, mulai dari investor lokal, global, startup founder, praktisi pasar modal, perwakilan BUMN, BRI group serta regulator dan asosiasi.
Secara garis besar, BVI Summit ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan update terkini terkait Kondisi pasar saat ini, baik secara macro perspective maupun investment landscape.
Pada acara ini juga, BRI Ventures resmi memperkenalkan beberapa dana kelolaan terbarunya yang sudah launching dan akan launching pada tahun ini.
Summit ini diisi dengan pemaparan dari para expert di bidang venture capital, Pihak regulator dan pengamat ekonomi serta membahas mengenai potensi market Indonesia dalam menghadapi persaingan di tengah kemajuan industri venture capital dan startup.
Acara dibuka oleh CEO BRI Ventures, Nicko Widjaja. Dalam sambutannya Nicko mengatakan bahwa BRI Ventures akan terus mendukung para startup di Indonesia dengan mengajak investor lokal dan yang lainnya yang tergabung di dalam Dana Ventura Sembrani Nusantara juga terus membangun industri modal ventura di tanah air.
Selanjutnya sesi pertama yang bertajuk ‘Synergy and Collaboration’ dibuka dengan pemaparan dari Markus Liman Rahardja, CIO BRI Ventures yang memaparkan bahwa ditengah kondisi seperti sekarang ini, potensi investasi di sektor early stage justru mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan growth to late stage, terlihat dari dua dana ventura milik BRI Ventures yang berhasil mengumpulkan investor-investor baik lokal maupun luar negeri untuk berpartisipasi.
Bapak Bambang W. Budiawan Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B OJK memaparkan bahwa industri modal ventura di Indonesia telah berkembang signifikan, yang salah satunya didorong oleh inovasi dari BRI Ventures melalui Dana Ventura Sembrani Nusantara yang merupakan dana ventura pertama di Indonesia yang sekaligus menjadi pioneer dan cikal bakal dari produk dana ventura berbasis di Indonesia.
Dia mengambil contoh Dana Ventura Merah Putih yang baru saja dirilis oleh lima CVCs BUMN merupakan iterasi dari Dana Ventura Sembrani Nusantara yang dirilis pada tahun 2020.
“Saat ini, 90% portfolio Dana Ventura di indonesia merupakan portoflio yang dimiliki oleh Dana Ventura Sembrani Nusantara,” terang bapak Bambang W. Budiawan.
Di sesi selanjutnya, Benjamin Twoon, Co-Founder & CCO Fundnel di Singapura memberikan pandangan mengenai pasar secondaries market startup saat ini, yang juga sekaligus mengungkapan inisiatif BRI Ventures untuk bekerja sama dengan Fundnel membentuk secondary fund yang nantinya akan bertujuan untuk memperluas investasi BRI Ventures bagi startup lokal dan juga Asia Tenggara.
Summit ini juga diisi oleh Dr. Telisa Falianty, Chief Economist BRI Danareksa Sekuritas, Stefanus Ade Hadiwidjaja, CIO Indonesia Investment Authority, Serta Arga Nugraha selaku CTO dari BRI Group.Selain itu Steven Suhadi, Co Founder Standard Alpha juga memaparkan potensi market blockchain Global dan Indonesia.
Dalam kesempatan ini Steven juga mengumumkan inisiatif dari Standard Alpha dan BRI Ventures untuk berkolaborasi membentuk inisiatif strategis yang berfokus kepada infrastruktur blockchain.
Melalui BRI Ventures Investor Summit yang telah dilaksanakan kedua kali ini, CEO BRI Ventures, Nicko Widjaja berharap ekosistem digital di Indonesia dapat terus bertumbuh dan melalui event Summit ini dapat mendorong semakin banyak investor lokal untuk mendukung ekosistem startup serta perkembangan dana ventura Indonesia.











