KabarJakarta.om – Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia membantah rumor yang menyebutkan bahwa Presiden Terpilih Prabowo Subianto tidak akan mengikuti upacara HUT RI di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Siapa bilang Prabowo tidak mau pindah ke IKN? Jangan sebarkan informasi yang tidak benar. InsyaAllah, Pak Prabowo akan pindah ke IKN. Kita akan lihat keputusan yang diambil nanti,” tegas Bahlil, setelah memberi Kuliah Umum di IPDN Jatinangor, Kamis, 11 Juli 2024.
Bahlil memastikan bahwa Prabowo Subianto akan hadir langsung di IKN dalam waktu dekat, terutama untuk menghadiri upacara HUT Kemerdekaan Indonesia ke-79.
Beberapa waktu lalu, mantan Gubernur Bank Indonesia, Soedrajad Djiwandono, melempar isu bahwa pemerintah lebih memilih fokus pada program makan siang bergizi daripada melanjutkan pembangunan IKN.
“Saya sebagai seorang ekonom tidak bisa berbohong. Saya lebih memilih program makan siang bergizi. Itu bisa segera dilaksanakan, dan kami sudah memperhitungkan biayanya secara rinci, serta siapa yang akan menerima,” kata Soedrajad dalam acara Mid Year Banking & Economic Outlook 2024 pada Selasa, 2 Juli 2024.
Selain itu, Soedrajad juga menyampaikan bahwa biaya pembangunan IKN belum jelas dan menyinggung masalah air bersih yang belum tersedia di IKN.
Refly Harun melalui kanal YouTube-nya menyatakan bahwa terdapat perbedaan visi antara Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo terkait IKN. Menurutnya, karena jaraknya yang jauh dari ibu kota sekarang dan infrastruktur yang belum siap, ia meragukan bahwa Prabowo akan memindahkan ibu kota dalam lima tahun mendatang.
“Apakah dalam lima tahun Prabowo akan memindahkan ibu kota atau tidak, saya ragu. Terdapat perbedaan visi antara Jokowi dan Prabowo. Jokowi membangun ibu kota di lokasi yang sangat jauh dari Jakarta dengan infrastruktur sosial yang belum terbangun dengan baik,” imbuh Refly, dikutip dari YouTube Refly Harun, Selasa (9/7).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Prabowo Subianto terkait isu ketidakhadirannya di upacara HUT RI di IKN pada 17 Agustus 2024, maupun soal fokusnya pada program makan siang bergizi daripada pembangunan IKN di Kalimantan Timur. (*)






