Frisian Flag Indonesia Produksi 700 juta Kg Susu per Tahun

frisian flag
Foto: Ist

KabarJakarta.com – Menteri Perindustrian RI diwakili oleh Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika meresmikan pabrik susu terbaru Frisian Flag Indonesia (FFI) yang terletak Cikarang, Jawa Barat, Selasa 2 Juni 2024 lalu.

Dalam sambutannya, Menteri Perindustrian menyampaikan apresiasinya atas kesungguhan perusahaan global seperti FrieslandCampina yang telah memperluas investasinya dan membangun pabrik baru di Indonesia.

“Pabrik baru ini diharapkan dapat terus meningkatkan kolaborasi dan inovasi, mengembangkan program kemitraan antara PT Frisian Flag Indonesia dengan peternak sapi perah,” kata Putu Juli Ardika.

CEO Royal FrieslandCampina N.V. Jan Derck van Karnebeek mengatakan pabrik susu baru merupakan bentuk dedikasi untuk berinvestasi di sektor susu di Indonesia.

“Sebagai investasi produksi global terbesar kami hingga saat ini, fasilitas ini akan berfungsi sebagai pusat penghubung untuk Asia Tenggara,” kata dia.

Presiden Direktur Frisian Flag Indonesia, Berend van Wel, mengatakan peresmian pabrik di Cikarang ini menandai momen penting bagi FrieslandCampina dan FFI, yang memungkinkan untuk memainkan peran yang lebih besar dalam mendukung kemajuan Indonesia.

“Kami berdedikasi untuk memproduksi produk susu yang bergizi bagi keluarga Indonesia sambil meminimalkan jejak ekologi kami sebanyak mungkin, berkontribusi positif bagi masyarakat dan planet ini,” ujarnya.

Pabrik susu yang baru diresmikan memiliki luas 25,4 hektar atau setara dengan 35 lapangan sepakbola. Pabrik ini akan memproduksi 400 ribu kilogram susu segar setiap hari untuk menghasilkan 700 juta kilogram produk susu setiap tahunnya, dengan menggunakan teknologi modern yang ramah lingkungan.

Pabrik ini memiliki potensi memproduksi hingga 1 miliar kilogram produk susu setiap tahun. Investasi sebesar €257 juta atau setara Rp3,8 triliun untuk pabrik baru ini merupakan investasi terbesar perusahaan induk FrieslandCampina di seluruh dunia.

Pabrik Cikarang menargetkan untuk mengurangi emisi CO2/gas rumah kaca sebesar 45 persen, menghemat konsumsi listrik sebesar 22 persen dan konsumsi air sebesar 25 persen. Inisiatif ramah lingkungan lainnya adalah penggunaan lebih dari 55 ribu palet ramah lingkungan yang diimplementasikan di Pusat Distribusi Utama dan Gudang Bahan Baku di pabrik baru ini.(*)