KabarJakarta.com – Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi pembicara dalam seminar Roundtable Discussion yang digelar The Yudhoyono Istitute dan Universiti Kebangsaan Malaysia. Dalam kesempatan itu, SBY menyinggung ancaman perang dunia ke-3 yang mungkin terjadi.
Seminar yang mengambil tema ‘Geopolitik dan Keamanan Internasional, Ekonomi Global, dan Perubahan Iklim” ini juga dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
SBY menyampaikan kekhawatirannya terkait kondisi dunia saat ini. Dia menyinggung semua pihak seharusnya memahami kondisi sekarang agar bisa mencari solusi untuk menyelesaikannya.
“Today saya harus lebih jujur dan terbuka untuk menyampaikan pengamatan saya tentang dunia kita dewasa ini, dengan demikian kalau kita realy understand the nature of problem that we are facing, mencari solusi, Insya Allah lebih mudah dan lebih terbuka,” kata SBY di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (13/10/2022).
Lalu dia menceritakan 40 tahun lalu, tepatnya 1982, ketika dirinya masih aktif sebagai anggota TNI dengan jabatan kapten. SBY menyebut saat itu pernah membuat tulisan yang berjudul ‘Perang Dunia ke-3, Mungkin Kah?’ di saat kondisi dunia dihadapkan pada situasi “Perang Dingin” antara Amerika Serikat (AS) dengan Uni Sovyet (sekarang Rusia).
“Waktu itu Perang Dinging masih berlangsung, geopolitik masih sering memanas, tidak peacefull. Dalam kurung 20 tahun itu terjadi sejumlah peperangan yang relatif besar skalanya. Perang Vietnam, perang di Timur Tengah, perang Irak-Iran yang menggambarkan keamanan internasional yang juga sering terguncang,” katanya.
Dalam tulisannya itu, SBY menyimpulkan bahwa Perang Dunia ke-3 tidak mungkin terjadi. Namun, kini, dia mengubah pandangannya, dan menyatakan Perang Dunia ke-3 bisa terjadi.
“Kesimpulan saya, regadless dengan semua yang dihadapi dunia itu. Saya katakan, Perang Dunia ke-3 tak mungking terjadi, simply because (saat itu) semua pihak mempunyai semangat dan energi untuk mencegah terjadinya perang dunia. Kalau sekarang ini saya harus mengatakan bahwa Perang Dunia ke-3 bisa terjadi jika tidak ada kekuatan yang bisa mencegahnya,” ujar SBY.
Menurut dia, saat ini sudah tidak ada lagi semangat untuk mencegah terjadinya peperangan. Dia menilai negara-negara di dunia justru saling berlomba mempersiapkan diri untuk menyambut perang.
“Mengapa? Kalau kita ikuti perkembangan geopolitik dan keamanan internasional sekarang ini, semangat dan persiapan untuk mencegah perang ini rendah. Justru yang tinggi semangat untuk membangun kekuatan militer jika tiba-tiba terjadi perang berskala dunia. Itulah faktanya,” tuturnya.
Selain itu, dia berpandangan tentang perang antara Rusia dan Ukraina, katanya, peperangan kedua negara itu kini menjadi pemicu pecahnya Perang Dunia ke-3.
“Sekarang battleground di Ukraina itu sebetulnya sudah boleh dikatakan embrio bagi peperangan yang lebih meluas dan lebih besar. Karena itu, dari semua itu, setiap saat memang bisa menjurus ke peperangan terbuka, apalagi kalau ada muskalkulasi dan insiden on the ground yang tidak diperkirakan sebelumnya. Ancaman perang besar sekarang ini nyata dan riil,” pungkas SBY.











