KabarJakarta.com- Anggaran pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pasir Jambu, Jalan Panundaan Desa Margamulya, Kec Ciwidey, Kab Bandung, tahun 2024 sebesar Rp1,3 miliar APBD Provinsi Jawa Barat, menuai kritik.
Kepala Divisi Informasi Pelayanan Publik Lembaga Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Pemerintah (LMPK-AP) untuk NKRI Jawa Barat, Asmadi MA, menyayangkan pembangunan USB SMAN 1 Pasir Jambu tidak dibarengi dengan aspek perencanaan yang matang oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, ditengah efisiensi anggaran oleh Pemprov Jawa Barat, khususnya Gubernur Dedi Mulyadi.
“Pembangunan sekolah ini pada tahun 2024 nilai kontraknya Rp1,3 miliar, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender 27 Agustus 2024 hingga 24 Desember 2024 dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana CV MMK dan Konsultan Pengawas CV MMM,” ungkap Asmadi MA kepada KabarSunda (grup KabarSunda), Rabu, 29 Oktober 2025.
Asmadi melanjutkan, setelah pihaknya melakukan investigasi dari sejumlah keterangan dari masyarakat setempat, bahwa pembangunan USB berdiri di lahan Wisma Candradimuka, milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat.
Masyarakat mempertanyakan alasan membangun SMA Neger 1 Pasir Jambu di lahan Disparbud Jabar, karena masih banyak lahan kosong di tempat lain.
“Apalagi, di daerah itu sudah ada sekolah SMK Taruna Harapan Bangsa yang hanya berjarak kurang lebih seratus meter,” tambah Asmadi.
Belum lagi, lanjut dia, tidak ada koordinasi antara Bidang PSMK dan PSMA Disdik Jabar dalam perencanaan dari segala aspek, terutama antara jarak dari satu sekolah ke sekolah lain.
“Akibatnya SMAN 1 Pasir Jambu tidak berpenghuni alias terbengkalai,” tegas Asmadi.
Sementara itu, Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar Dra Iis Rostiasih M Si belum bisa dimintai keterangannya soal ini.
Saat ditemui di kantornya, sang Kabid tidak berada di tempat.
Begitupun pesan yang dilayangkan via WhatsApp, juga belum direspons.






