Dugaan Korupsi Jumbo di BJB, Harta Kekayaan Pejabatnya Naik Fantastis

Kantor Pusat Bank BJB,Jl.Naripan Kota Bandung.DoK-KabarJakarta.com

KabarJakarta.com-Dugaan korupsi dana promosi iklan dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,1 triliun  dan pemberian fasilitas modal kerja kepada PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex sebesar Rp550 miliar  PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB), tidak membuat pendapatan pejabatnya berkurang.

Sebaliknya justru naiknya cukup fantastis.

Sederet harta kekayaan yang dinilai  fantastis yang dimilki Pejabat Direksi  Bank  BJB terlihat dari LHKPN yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diantaranya, Direktur Operasional Bank BJB Tedi Setiawan yang menonjol hartanya pada Kas dan Setara Kas Rp27.476.943.474, dari  total 31 Desember 2023 sebesar Rp41.647.497.239, dengan rincian tanggal penyampaian/jenis laporan – tahun: 28 Maret 2024/periodik – 2023 tanah dan bangunan Rp8.100.000.000,-

  1. Tanah dan bangunan seluas 400 m2/120 m2 di Kab/Kota Bandung, hasil sendiri Rp 3.700.000.000
  2. Tanah dan bangunan seluas 186 m2/225 m2 di Kab/Kota Bandung, hasil sendiri Rp 2.300.000.000
  3. Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/100 m2 di Kab / Kota Bandung, Hasil sendiri Rp 2.100.000.000

Alat Transportasi dan Mesin Rp 571.000.000

  1. Motor Honda Vario tahun 2012 hasil sendiri Rp 4.000.000
  2. Motor Yamaha X Max tahun 2018 hasil sendiri Rp 35.000.000
  3. Mobil Toyota Raize tahun 2021 hasil sendiri Rp 200.000.000
  4. MOBIL Honda HRV RS tahun 2022, hasil sendiri Rp 320.000.000
  5. Motor Honda Beat Sporty CBS tahun 2022, hadiah Rp 12.000.000
  6. Harta bergerak lainnya Rp 179.727.000
  7. Surat berharga Rp 2.048.886.250
  8. Kas dan setara kas Rp27.476.943.474
  9. Harta lainnya Rp 3.270.940.515

Sub total Rp41.647.497.239

Kemudian tanggal penyampaian/jenis laporan-tahun: 13 Maret 2025/periodik–2024 sebesar Rp 54.436.758.893, naik sebesar Rp 12.789.261.654 per tahun, sementara Direktur Utama BJB Yusuf Saadudin hanya Rp 2,2 miliar per tahun.

Berikut rincian LHKPN Dewan Direksi Tedi Setiawan yang menjabat Direktur Operasional  Bank BJB

Tanah dan Bangunan  Rp 6.600.000.000

  1. Tanah dan bangunan seluas 400 m2/120 m2 di Kab/Kota Bandung, hasil sendiri Rp 4.200.000.000
  2. Tanah dan bangunan seluas 186 m2/225 m2 di Kab/Kota Bandung, hasil sendiri Rp 2.400.000.000

Alat Transportasi dan Mesin  Rp 941.000.000

  1. Mobil Honda HRV RS tahun 2022, hasil sendiri Rp 320.000.000
  2. Motor Honda Beat Sporty CBS tahun 2022, hasil sendiri Rp 12.000.000
  3. Mobil Toyota Zenix  tahun 2024, hasil sendiri Rp 580.000.000
  4. Motor Honda Stylo tahun 2024, hasil sendiri Rp 29.000.000
  5. Harta bergerak lainnya Rp 457.910.960
  6. Surat berharga Rp 7.346.572.810
  7. Kas dan setara kas Rp 38.363.897.463
  8. Harta lainnya Rp 727.377.660

Sub total Rp 54.436.758.893

Menurut Ketua LSM Triga Nusantara Indonesia (Trinusa) Jawa Barat, Ait Maman Sumarna, peningkatan harta puluhan miliar dalam satu tahun dapat menimbulkan pertanyaan tentang sumber penghasilan dan pengelolaan keuangan, apakah peningkatan harta tersebut berasal dari sumber penghasilan yang sah dan memiliki kebijakan pengelolaan keuangan yang baik dan transparan.

“Ditengah merosotnya kepercayaan publik terhadap kinerja Bank BJB, tidak terlepas dari berbagai kasus korupsi yang sekarang lagi ditangani KPK terkait masalah dana iklan yang telah ditetapkan lima orang tersangka eks Dirut YR dan WH Corsec BJB dan tiganya dari pihak agensi,” kata Ait kepada KabarSunda (grup KabarJakarta), Senin, 13 Oktober 2025.

Sedangkan untuk pemberian fasilitas modal kerja Rp550 miliar kepada Sritex yang telah ditetapkan tersangka oleh Kejagung adalah Dicky Syahbandinata selaku Pimpinan Divisi Korporasi dan Komersial, Eks Dirut BJB Yuddy Renaldi dan Benny Riswandi.

Ait menambahkan, Direktur Operasional Bank BJB Tedi Setiawan juga telah diperiksa oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait pemberian fasilitas modal kerja ke Sritex.

Selain Tedi Setiawan, Kejagung juga sudah memeriksa eks Direktur Keuangan Nia Kania dan Rio Lenasier.

“Kami akan kawal terus kasus BJB, baik di KPK maupun di Kejagung,” pungkasnya.