KabarJakarta.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Invitasi Cabang Olahraga Pencak Silat Pelajar Tahun 2025 sebagai upaya menjaring talenta muda untuk berlaga di tingkat nasional. Kegiatan ini berlangsung pada 24–26 Juni 2025 di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur.
Sebanyak 1.430 peserta, yang terdiri dari pelajar, remaja, hingga kategori senior dari seluruh wilayah DKI Jakarta, turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka menampilkan kemampuan terbaiknya dalam ajang yang tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga strategis dalam konteks pembinaan jangka panjang.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menegaskan bahwa ajang ini dirancang bukan semata sebagai perlombaan, melainkan sebagai sarana seleksi terbuka bagi para atlet pencak silat yang berpotensi mewakili DKI Jakarta di level nasional.
“Ini bukan sekadar pertandingan. Ini adalah bagian dari proses pembinaan berjenjang dan berkelanjutan, khususnya dalam rangka menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) yang akan digelar di Jakarta pada November 2025,” ujar Andri.
Ia menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah memiliki sistem pembinaan resmi seperti POPB (Pembinaan Olahraga Prestasi Berkelanjutan), PPOP (Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar), PPLM (Pusat Pembinaan dan Latihan Mahasiswa), serta Pelatda (Pemusatan Latihan Daerah) yang terbagi dalam lapis satu dan dua. Namun, ia mengakui tidak semua atlet dapat terakomodasi dalam jalur tersebut.
“Oleh karena itu, invitasi ini menjadi ruang terbuka bagi seluruh atlet pelajar untuk unjuk kemampuan. Siapa pun yang menang dalam kejuaraan ini, berhak mewakili Jakarta di ajang nasional. Tidak harus berasal dari PPOP atau POPB. Ini janji saya,” tegasnya.
Selain sebagai ajang seleksi, kegiatan ini dimaksudkan pula untuk mengukur hasil pembinaan pencak silat yang telah dilakukan, memperluas pengalaman bertanding para atlet, serta mempererat hubungan antaratlet dan pelatih.
Andri juga menyoroti pentingnya pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga unggulan Jakarta, terutama dalam kontribusi perolehan medali di berbagai kejuaraan. Namun, ia tak menampik adanya penurunan prestasi dalam beberapa tahun terakhir, baik pada PON maupun POPNAS.
“Ini tantangan besar yang harus kita jawab bersama. Semoga melalui invitasi ini, pencak silat Jakarta bisa bangkit kembali dan merebut kembali kejayaan di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya.






