KabarJakarta.com — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 Kota Jakarta, Dharma Wanita Persatuan (DWP) PAM Jaya menyelenggarakan program khitanan massal yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kegiatan perdana berlangsung di RPTRA Mustika, Kelurahan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (16/6), dengan jumlah peserta mencapai 297 anak.
Ketua DWP PAM Jaya, Lia Arief, menyatakan bahwa khitanan massal ini digelar secara maraton di lima wilayah kota administratif Jakarta. Target awal sebanyak 1.000 anak, namun antusiasme yang tinggi dari masyarakat menunjukkan potensi capaian melebihi angka tersebut.
“Minat masyarakat sangat luar biasa. Kami optimistis jumlah peserta akan melampaui target yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Lia menegaskan bahwa program ini tidak sekadar layanan medis tanpa biaya, tetapi juga bentuk nyata kepedulian sosial. Mengingat biaya khitan mandiri bisa mencapai Rp 3 juta, program ini memberikan solusi konkret bagi keluarga berpenghasilan rendah.
“Selain gratis disunat, anak-anak juga menerima bingkisan dan uang saku sebagai bentuk penghargaan dan dukungan,” jelasnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Timur, Essy Feransie Munjirin, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah DWP PAM Jaya yang dinilai sangat bermanfaat dan sejalan dengan nilai-nilai keagamaan dan kemasyarakatan.
“Khitan memiliki nilai spiritual dan kesehatan. Dalam Islam hukumnya wajib, dan semoga kegiatan ini dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sekretaris Kota Jakarta Timur, Eka Darmawan, turut memberikan pandangan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi sosial yang kuat sekaligus mencerminkan sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan pemerintah daerah.
“Kegiatan seperti ini memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan peduli terhadap sesama,” imbuhnya.
Sementara itu, Sugiarti (35), salah satu orang tua peserta, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya khitanan massal ini. Lokasi yang mudah dijangkau serta layanan yang menyeluruh dinilai sangat membantu warga.
“Saya tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali. Anaknya pulang dalam keadaan senang, membawa bingkisan dan uang saku. Sangat membantu kami,” tuturnya dengan wajah sumringah.






