225 Kilogram Organ Hewan Kurban di Jakarta Selatan Tidak Layak Konsumsi, Langsung Dimusnahkan

225 Kilogram Organ Hewan Kurban Tak Layak Konsumsi di Jaksel Dimusnahkan

KabarJakarta.com — Petugas pengawasan dan pemeriksa pemotongan hewan kurban di Jakarta Selatan menemukan sebanyak 225 kilogram organ hewan kurban yang dinyatakan tidak layak konsumsi. Seluruh temuan tersebut langsung diafkir dan dimusnahkan demi menjaga keamanan pangan masyarakat.

“Memastikan keamanan daging dan organ hewan kurban”

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini, menyampaikan bahwa sebanyak 137 petugas dikerahkan dalam pengawasan tersebut. Mereka terdiri dari tim Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan yang bekerja sama dengan Dinas KPKP DKI Jakarta, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), serta mahasiswa Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB.

“Mereka bertugas memastikan seluruh proses pemeriksaan hewan kurban di 10 kecamatan berjalan optimal dan hasilnya aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Irawati, Selasa (10/6).

Dari hasil pengawasan, organ yang paling banyak diafkir adalah hati, dengan total 185,5 kilogram. Selain itu, ditemukan pula 36,45 kilogram paru, 0,7 kilogram jantung, 2,2 kilogram limpa, dan 0,15 kilogram ginjal yang juga tidak layak konsumsi.

“Hati paling banyak yang kami musnahkan karena menunjukkan gejala infeksi cacing hati atau fasciola hepatica,” jelasnya.

Pengawasan dilakukan di 291 lokasi pemotongan hewan kurban. Jumlah hewan yang diperiksa mencapai 1.960 ekor sapi, 19 ekor kerbau, 4.782 ekor kambing, dan 611 ekor domba.

Irawati memastikan bahwa seluruh proses pemotongan hewan kurban dalam perayaan Iduladha 1446 Hijriah berlangsung lancar, sesuai dengan syariat Islam dan regulasi kesehatan hewan yang berlaku. Kelayakan daging yang didistribusikan kepada masyarakat juga telah terjamin keamanannya.

“Alhamdulillah, seluruh tahapan berjalan dengan baik. Petugas di lapangan bekerja maksimal untuk memastikan daging dan organ hewan kurban yang dikonsumsi warga Jakarta Selatan benar-benar aman,” pungkasnya.