Kiriman Sampah dari Daratan Jakarta Jadi Tantangan di Perairan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu

Petugas DLH Kepulauan Seribu Angkat 250 Ton Sampah dari Perairan Pulau Tidung

KabarJakarta.com — Kelurahan Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu, mengungkapkan bahwa sampah yang memenuhi perairan wilayahnya bukan berasal dari sumber lokal, melainkan kiriman dari daratan Jakarta yang kerap mengalir mengikuti pola musim angin tertentu.

“Fenomena sampah kiriman ini bukan hal baru. Ada musim tertentu di mana sampah dari daratan terbawa angin dan arus laut menuju perairan kami,” ujar Plt Sekretaris Kelurahan Pulau Tidung, Ari Prianto, saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Pulau Tidung dikenal sebagai titik akumulasi utama sampah laut yang terbawa dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Ari menyampaikan apresiasi atas respons cepat petugas yang terus melakukan pembersihan sampah kiriman tersebut.

Sementara itu, petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu secara intensif membersihkan tumpukan sampah yang memenuhi perairan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

Koordinator Lapangan Sudin LH Pulau Tidung, Azwar Hamid, menjelaskan bahwa sampah mulai terlihat menumpuk sejak 19 Mei 2025, terdorong oleh angin dan mengendap di sepanjang garis pantai.

“Terdapat tiga titik utama yang terdampak, yakni pantai Gedung Pembenihan milik Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP), area sekitar Kantor Kelurahan Pulau Tidung, serta kawasan wisata Jembatan Asmara yang berdekatan dengan RPTRA Tidung Ceria,” jelas Azwar.

Untuk mempercepat penanganan, delapan personel pasukan oranye dikerahkan membersihkan tiga zona terdampak tersebut. Namun, masih terdapat sampah yang mengapung di tengah laut dan belum dapat diangkut.

“Kami menunggu sampah tersebut merapat ke pantai agar bisa segera dibersihkan,” tambahnya.

Total sampah yang berhasil dikumpulkan dan dibersihkan mencapai sekitar 250 ton, terdiri dari berbagai jenis seperti batang kayu, plastik, kaleng kemasan, bahkan kasur bekas yang mencemari garis pantai.

Sampah tersebut dipilah dan dikeringkan terlebih dahulu sebelum kemudian dibawa ke daratan untuk proses pengelolaan lebih lanjut.

Azwar mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air yang berpotensi mengalir ke laut.

“Kami akan terus memantau dan membersihkan sampah kiriman ini. Mari jaga lingkungan kita demi kelestarian ekosistem perairan,” pungkasnya.