Jumat, 24 Mei 2013
FEATURES :      Blog    • Kirim Artikel    • Komunitas SahabatKJ    • Galeri Foto    • Video
Perempuan Inspiratif ala Wanda Hamidah
KabarPerempuan   Dzunuraini  |  Rabu, 28 Desember 2011 - 08:15:57 WIB  |  0 komentar
Share |
BERITA TERKAIT

Kabarjakarta.com - Bagi Wanda Hamidah, anggota legislatif cantik dari Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta ini definisi perempuan inspiratif menurutnya adalah perempuan yang dengan segala perbuatannya bisa memotivasi orang lain untuk berbuat baik dan lebih baik lagi.

Perbuatan itu bisa berupa advokasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan, bahkan dari tutur kata dan status-status yang ditulis di social mediapun bisa terkategorikan motivasi dan inspirasi jika itu bisa memberikan semangat dan manfaat bagi yang lainnya, tutur ibu tiga anak yang saat ini menjabat sebagai ketua bidang hukum komisi perlindungan anak tersebut.

Disinggung soal perlukah kiprah perempuan Indonesia dalam bidang politik, perempuan yang akrab disapa dengan Mba Wanda ini di sela-sela aktivitasnya saat mengisi sebuah seminar  bertajuk Indonesia Bangkit Bersama Perempuan Inspiratif yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial Politik Badan Ekskutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta siang ini (27/12/12), menuturkan bahwa terjun berpolitik tidak hanya perlu bagi perempuan Indonesia, namun lebih merupakan suatu keharusan.

“saya sendiri sudah berafiliasi dengan dunia politik sejak di semester empat perkuliahan” tutur mantan aktivis mahasiswa jebolan Fakultas Hukum Universitas Trisakti ini.

Namun juga perlu disadari, untuk masuk ke ranah politik praktis perempuan haruslah memiliki mental yang kuat dan kapasitas, jadi tidak hanya sekedar modal nama beken tapi juga kapasitas individu itu sendiri, sehingga diharapkan perempuan-perempuan ini akan mampu menempati pos-pos strategis dan mampu membuat kebijakan-kebijakan yang ramah terhadap perempuan.

Ambil saja contoh permasalahan pelecehan seksual yang kerap terjadi di bus transjakarta, seharusnya disana dipasang CCTV sebanyak-banyaknya, kerahkan satpol PP untuk mengamankan setiap halte sehingga korban bisa segera melapor dan pelaku-pelakunya bisa dengan mudah di jerat dengan undang-undang yang berlaku, namun pada kenyataannya masih saja banyak pelaku yang lolos dari jeratan hukum akibat kurangnya barang bukti, tambah perempuan kelahiran Jakarta 21 September 1977 itu mengakhiri wawancara dengan kontributor KabarJakarta.

Share |
KabarPerempuan Lainnya
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini
Nama :
Website :
Komentar  
   
   (Masukkan 6 kode diatas)