Penerapan Kuota Siswa Miskin Terkendala Nilai
KabarWarga
Pay | Minggu, 13 Mei 2012 - 11:32:58 WIB | 0 komentar
Pay | Minggu, 13 Mei 2012 - 11:32:58 WIB | 0 komentar
BERITA TERKAIT
KabarJakarta.com - Rancangan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang sudah diterapkan di Jakarta kembali bermasalah. Setelah banyak dikecam dengan konsep RSBI yang terkesan diskriminatif dalam mendapatkan pendidikan berkualitas, ternyata dalam pelaksanaannya RSBI belum dapat memenuhi 20 % kuota keluarga miskin untuk dapat mengecap pendidikan ini.
Hal tersebut diakui oleh kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto. Dia menyatakan belum bisa memenuhi target sebesar 20 % siswa miskin.
“Target 20 % belum bisa terpenuhi, hingga tahun ajaran 2011-2012 hanya 10 % siswa miskin yang dapat mengeyam pendidikan RSBI tersebut,” kata Yudi saat berdiskusi tentang potret pendidikan anak jalanan versus RSBI, Sabtu (12/05) di Jakarta.
Yudi pun menjelaskan alasan yang menyebabkan belum terpenuhi kuota 20 % yang diitetapkan oleh pemrov DKI. Alasan tersebut menurutnya hanya soal kompetensi siswa yang belum lulus saringan ujian masuk
“Banyak dari siswa miskin yang gagal saat uji kompetensi sebelum masuk ke RSBI tersebut,” akunya.
Dia juga membantah bahwa RSBI sangat diskriminatif dalam memilih calon peserta didiknya bila ingin mengikuti RSBI.
“Selama siswa mampu memberikan sesuai dengan komptensi yang ditetapkan RSBI maka silahkan manfaatkan kesempatan tersebut,” ujar Yudi lagi.
Saat ini bedasarkan data yang dimiliki oleh pemprov, jumlah sekolah RSBI di Jakarta sudah tersedia 10 SMA yang menerapkan RSBI dari 117 SMA Negeri yang terdapat di DKI. Sedangkan untuk SMK sudah tersedia 16 SMK dari 63 SMK negeri yang tersedia di DKI. Untuk SMP negeri sudah tersedia 15 dari 288 SMP negeri yang ada di DKI Jakarta. Dan untuk SD sudah tersedia 8 sekolah negeri yang menerapkan RSBI dari 2.289 sekolah dasar negeri di Jakarta.
|
|
|
|
|
|
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini






