Meskipun Hobi Main Pimpong, Hidayat Tidak Suka Warga Jakarta dipimpong
Pilkada Jakarta 2012
Junaidi | Senin, 23 April 2012 - 12:21:12 WIB | 2 komentar
Junaidi | Senin, 23 April 2012 - 12:21:12 WIB | 2 komentar
BERITA TERKAIT
KabarJakarta.com - Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk masyarakat miskin tidak memudahkan pemiliknya dalam mendapatakan pelayanan kesehatan gratis. Birokrasi rumah sakit terkadang menyulitkan dan menelantarkan calon pasien yang tidak mampu. Hal ini selalu terjadi oper-mengoper antara pihak rumah sakit kepada permintah.
Menurut Hidayat Nurwahid, hal seperti ini diibaratkan main pimpong. Meskipun dirinya hobi main pimpong, tapi tidak suka kalau warga Jakarta dipimpong oleh birokrasi yang berbelit ketika harus mendapat pelayanan kesehatan gratis. “Tidak layak warga Jakarta dipimpong,” ujar Hidayat saat bertemu dengan para tokoh masyarakat di Degung Joeang 45, Jakarta, Minggu (22/4) kemarin.
Concern Cagub DKI Jakarta pasangan Hidayat – Didik terhadap kesehatan adalah dengan menaikan anggaran APBD dari Rp.600 Milyar menjadi Rp.1 Triliyun. Oleh karenanya, Hidayat menilai kesehatan adalah hak yang harus dipdapatkan oleh semua warga Jakarta.
Strategi yang sudah disiapkan untuk merelaisasikan visinya itu, Hidayat akan menggandeng semua pihak yang bekerja untuk kesehatan, seperti Rumah Sakit, Klinik, dan semua dokter yang beroperasi di Jakarta. selain itu Hidayat akan berkoordinasi dengan dokter-dokter yang membuka prakteknya di rumah-rumah.
“Kita juga akan bekerja sama dengan dokter-dokter yang beroperasi di rumah-rumah. Jadi warga miskin juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus ke rumah sakit yang jauh. Cukup ke dokter yang membuka praktek di dekat rumahnya,” ungkap Hidayat.
Harapan Hidayat, tidak ada lagi warga yang dipimpong oleh birokrasi dari pihak rumah sakit. “ke depan warga Jakarta harus sehat,” pungkasnya mengakhiri.
|
|
|
|
|
|
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini
01 Mei 2012 - 10:23:26 WIB
Bang Aditya Winata, gak sperti itu dong. Panti pijat sehat kan penting . Yang sehat anda perlukan juga kan? Yang tidak plus plus tentunya Pak Hidayat akomodir. Slam
Aditya Winata
26 April 2012 - 06:54:04 WIB
Tenang nanti kalau Hidayat jadi; tentu ribuan panti pijat Tradisional akan ditutup di Jakarta....






