Maen Gundu, Nostalgia masa kecil
Hobi
Chaerul Umam | Rabu, 28 September 2011 - 07:39:55 WIB | 0 komentar
Chaerul Umam | Rabu, 28 September 2011 - 07:39:55 WIB | 0 komentar
BERITA TERKAIT
KabarJakarta.com - Siapa yang tidak kenal jenis permainan ini.? Bisa dibilang hampir semua orang yang pernah mengalamai masa kecil pasti tahu jenis permainan ini. Yuup, permainan kelereng atau biasa disebut dikalangan betawi sebagai gundu atau keleci.Permainan kelereng memang tidak bisa lepas dari ingatan masa kecil setiap orang, karena memang jenis permainan ini hampir bisa ditemui disemua wilayah di Indonesia. Kelereng biasa di sebut dikalangan orang jawa sebagai "neker", di Sunda "kaleci", Palembang "ekar", di Banjar "kleker".
Menurut sumber yang ada kelereng mempunyai sejarah yang cukup tua dan panjang untuk bisa sampai di Indonesia. Pada masa peradaban Mesir kuno, tahun 3000 SM, kelereng terbuat dari batu atau tanah liat. Kelereng tertua koleksi The British Museum di London berasal dari tahun 2000-1700 SM. Kelereng tersebut ditemukan di Kreta pada situs Minoan of Petsofa.
Pada masa Rowami, permainan Kelereng juga sudah dimainkan secara luas. Bahkan, menjadi salah satu bagian dari festival Saturnalia, yang diadakan saat menjelang perayaaan Natal. Saat itu semua orang saling memberikan sekantung biji-bijian yang berfungsi sebagai kelereng tanda persahabatan.
Sejak abad ke-12, di Perancis, kelereng disebut dengan bille, artinya bola kecil, di Belanda di sebut dengan nama knikkers. Di Inggris ada istilah marbles untuk menyebut kelereng. Marbles sendiri digunakan untuk menyebut kelereng terbuat dari marmer yang didatangkan dari Jerman. Namun, jauh sebelumnya, anak-anak di Inggris telah akrab menyebutnya dengan bowls atau knikkers.
Gundu atau kelereng bisa dimainkan dengan beberapa cara. Bisa dengan diadu (baca: dibenturkan) satu sama lain ditanah, biasa juga dimainkan dengan cara menebak jumlahnya yang ada ditangan. Bahkan dalam acara tahunan perayaan hari kemerdekaan gundu biasa dijadikan perlombaan dengan meletakannya diatas sebuah sendok yang diletakan dimulut dan dibawa lari ke garis akhir tanpa terjatuh. Yang pasti gundu atau kelereng adalah jenis permainan yang cukup menjadi idola dan membangkitkan kenangan masa kecil. (ChaUm)
*Sumber foto: http://karawanginfo.com
Menurut sumber yang ada kelereng mempunyai sejarah yang cukup tua dan panjang untuk bisa sampai di Indonesia. Pada masa peradaban Mesir kuno, tahun 3000 SM, kelereng terbuat dari batu atau tanah liat. Kelereng tertua koleksi The British Museum di London berasal dari tahun 2000-1700 SM. Kelereng tersebut ditemukan di Kreta pada situs Minoan of Petsofa.
Pada masa Rowami, permainan Kelereng juga sudah dimainkan secara luas. Bahkan, menjadi salah satu bagian dari festival Saturnalia, yang diadakan saat menjelang perayaaan Natal. Saat itu semua orang saling memberikan sekantung biji-bijian yang berfungsi sebagai kelereng tanda persahabatan.
Sejak abad ke-12, di Perancis, kelereng disebut dengan bille, artinya bola kecil, di Belanda di sebut dengan nama knikkers. Di Inggris ada istilah marbles untuk menyebut kelereng. Marbles sendiri digunakan untuk menyebut kelereng terbuat dari marmer yang didatangkan dari Jerman. Namun, jauh sebelumnya, anak-anak di Inggris telah akrab menyebutnya dengan bowls atau knikkers.
Gundu atau kelereng bisa dimainkan dengan beberapa cara. Bisa dengan diadu (baca: dibenturkan) satu sama lain ditanah, biasa juga dimainkan dengan cara menebak jumlahnya yang ada ditangan. Bahkan dalam acara tahunan perayaan hari kemerdekaan gundu biasa dijadikan perlombaan dengan meletakannya diatas sebuah sendok yang diletakan dimulut dan dibawa lari ke garis akhir tanpa terjatuh. Yang pasti gundu atau kelereng adalah jenis permainan yang cukup menjadi idola dan membangkitkan kenangan masa kecil. (ChaUm)
*Sumber foto: http://karawanginfo.com
|
|
|
|
|
|






