Ketua Masjid An Nimah : bahkan bupati tidak mengizinkan Pak Nurwahid naik khotib
Pilkada Jakarta 2012
Junaedi | Jumat, 04 Mei 2012 - 18:29:44 WIB | 0 komentar
Junaedi | Jumat, 04 Mei 2012 - 18:29:44 WIB | 0 komentar
Sumber Foto : vivanews.com
Kandidat Gubernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid bersama Mantan Pebulutangkis Nasional Verawaty Fajrin, bermain bulutangkis di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (8/4).
BERITA TERKAIT
KabarJakarta.com - Kunjungan Hidayat Nurwahid - Didik J Rachbini ke Kepulauan Seribu, mendapat apresiasi hangat dari warga Pulau Panggang. Namun, ketika hendak melakukan kutbah Jumat di Masjid Jami An-Ni'mah, Hidayat mendapat pelarangan dari pihak pengurus Masjid.
Pada Jumat (4/5/2012), setengah jam menjelang salat jumat, tiba-tiba bendahara Masjid An-Ni'mah, Kamaluddin, memberi tahu SMS yang dikirimkan ketua masjid, Mahfudi.
"Maaf bos info baru bahwa pihak kelurahan, kecamatan, bahkan bupati tidak mengizinkan Pak Nurwahid naik khotib. Maaf beribu maaf, saya nggak ada pilihan lain. Imbasnya nama masjid akan jelek di pemerintahan," begitu isi SMS tersebut.
Selain itu, Kamaluddin menuturkan larangan tersebut karena takut ada unsur politik yang mengakibatkan nama pengurus masjid menjadi jelek. "Menurut mereka (Lurah, Camat, dan Bupati) takut ada kampanye," ujar Kamaluddin.
Setelah dikonfirmasi oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Tubagus Arif, bendahara masjid tersebut mengaku dirinya khawatir apabila pengurus masjid hendak memohon bantuan dana, akan dipersulit.
Mananggapi hal ini, Hidayat Nuwahid menuturkan bahwa Kepulauan Seribu ini bagian dari Jakarta dan bukan berada pada zaman orde baru yang selalu ada pelarangan.
Senada dengan Hidayat, Noval Abuzar yang juga menjabat ketua DPD Kepulauan Seribu turut menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, PNS bukanlah wayang dan penguasa bukanlah dalang.
"Ini adalah upaya menghasilkan sikap represif orde baru. Atau juga upaya kekhawatiran berlebihan incumbent untuk menggerakan birokrasi," lanjut Noval
Pada saat yang sama, hadir pula Sudarsono dari pihak kepolisian Kepulauan Seribu. Sudarsono mengaku pihaknya tidak keberatan dan tidak ada pelarangan.
"Kami senang mendengar kutbah pak Hidayat, cuma suaranya aja kecepatan kutbahnya" ujar Sudarsono.
|
|
|
|
|
|






