Minggu, 19 Mei 2013
FEATURES :      Blog    • Kirim Artikel    • Komunitas SahabatKJ    • Galeri Foto    • Video
Ketika Kulit Manusia Menjadi Sampul Buku
Hobi   Tim @gila_buku  |  Jumat, 30 September 2011 - 15:43:42 WIB  |  0 komentar
Share |
KabarJakarta.com - Kalau disebutkan kata buku, yang terbayang dalam kepala kita adalah susunan kertas yang bertuliskan beragam informasi dan pengetahuan, terjilid rapih, serta adanya cover sebagai identitas dari buku itu. Tapi apa jadinya kalau buku bukan hanya dijadikan alat untuk menuliskan pengetahuan dan informasi saja, tapi juga sarana aktualisasi diri yang tidak biasa, salah satunya adalah menjadikan kulit manusia sebagai sampul buku. Setidaknya, tercatat ada 5 buku di dunia  menggunakan kulit manusia menjadi sampul buku.

Yang pertama yaitu buku terbitan tahun 1828 yang berjudul “Red Barn Murder Judicial Proceedings”. Buku yang berkisah tentang pembunuhan, penangkapan dan pengadilan William Cordes yang telah membunuh kekasihnya karena hamil di luar pernikahan. Kisah ini menjadi hal yang sensasional di daratan Inggris raya, bahkan menjadi inspirasi bagi penciptaan lagu, drama, dan balada lainnya.

Setelah William ditangkap dan dieksekusi, tubuhnya dibedah dan dijadikan sebagai bahan penelitian medis dan dunia kedokteran lainnya. Bahkan tengkoraknya disumbangkan ke Rumah Sakit West Suffolk.  Sementara kulitnya diambil oleh seorang pembedah bernama george Creed dan digunakan untuk membungkus/menjilid laporan mengenai peristiwa pembunuhan si pemilik kulitnya. Buku ini sekarang disimpan di Museum Moyse’s Hall.

Menggunakan kulit sebagai sebagai cover buku juga terjadi tahun 1837, dilakukan oleh James Allen yang seorang penjahat di Massachusset pada awal abad 19. Detik-detik jelang kematiannya ia permintaan sangat yang aneh, ia meminta salinan catatan peristiwa perampokan dan kesaksian yang telah dituliskannya di dalam penjara untuk dibukukan dan di jilid dengan kulitnya serta diberikan kepada John Fenno yang telah menangkapnya.

Di halaman muka buku tersebut tertulis.” Hic Liber Waltonis Cute Compactus Est” yang diterjemahkan menjadi “Buku ini Ditulis Oleh James Allens dan dijilid oleh kulitnya.” Buku ini didonasikan oleh keturunan Fenno ke Boston Anthenaeum.

Tahun 1852 seorang penulis terlaris Exeter, Tuan W. Clifford membuat cover buku The Poetical “ Works of John Milton,” dari kulit George Cudmore yang divonis hukuman gantung oleh pengadilan Devon County Goal di Lent Assizes pada tahun 1830 karena meracuni istrinya dengan bahan arsenik melalui minuman peraman apel dan susu. Di halaman awal buku, dituliskan mengenai catatan kejahatan George Cudmore hingga menjelang eksekusinya. Buku ini sekarang disimpan di perpustakaan Westcountry Studies Library, di Exeter.

Buku dengan cover kulit manusia juga terjadi di Perancis Tahun 1882. Dalam pesannya, perempuan muda penderita penyakit TBC itu mengatakan, setelah kematiannya ia bersedia memberikan sebagian besar kulit punggungnya sebagai sampul muka buku Camille Flammarion selanjutnya. Camille adalah seorang astronomer Prancis yang sangat rajin dan ulet, juga seorang penulis terkenal saat itu.

Sebagai perwujudannya, Camille, menjadikannya sampul muka pada buku “Terres du Ciel”. Dan tertuliskan di atasnya, “Pious fulfillment of an anonymous wish/ Binding in human skin (woman) 1882,” terjemahan bebasnya adalah sebuah amanah dan permohona dari seorang salih yang tidak ingin namanya disebutkan, untuk menjadikan kulitnya sebagai sampul muka. Buku ini sekarang berada di perpustakaan dan observatorium di Juvisy.

Buku “El Viaje Largo” oleh Tere Medina ditemukan di perpustakan Universitas Bailey. Bentuknya kecil dan isinya berupa puisi erotis ditulis dalam bahasa Spanyol. Buku kecil itu dibungkus rapi oleh kulit manusia, dan yang mengejutkan buku ini ditulis pada tahun 1972. Di halaman pertama terdapat tulisan dalam bahasa Spanyol dan Inggris, “Sampul muka buku ini terbuat dari kulit manusia,” demikian tulisannya.
Share |
Hobi Lainnya
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini
Nama :
Website :
Komentar  
   
   (Masukkan 6 kode diatas)