Inilah Hasil Dan Isi Pertemuan PSSI-KPSI Dengan Task Force AFC
KabarOlahraga
Bandung Sahputra | Jumat, 08 Juni 2012 - 18:53:14 WIB | 0 komentar
Bandung Sahputra | Jumat, 08 Juni 2012 - 18:53:14 WIB | 0 komentar
KabarJakarta.com - Pertemuan kedua antara PSSI di bawah komando Djohar Arifin Husin dan PSSI versi KPSI juga penyelenggara ISL dengan tim Task Force AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, sejak Rabu (6/6) kemarin, membuahkan hasil. Seperti yang dilansir situs resmi AFC, kedua pihak sepakat untuk berjalan beriringan memperbaiki sepak bola Indonesia.
Kesepakatan untuk bersatu itu sendiri tertuang dalam nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangai oleh semua pihak, termasuk Wakil Presiden AFC, Pangeran Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah, anggota Komite Eksekutif FIFA, Dato Worawi Makudi, juga Sekjen AFC, Dato Alex Soosay, Direktur Anggota Asosiasi dan Pengembangan FIFA, Thierry Regenass, Direktur Anggota Asosiasi AFC/Hubungan Internasional dan Pengembangan, James Johnson, dan Manajer MAs FIFA, Marco Leal.
Dalam MoU itu, semua pihak dikatakan sepakat untuk membentuk sebuah komite gabungan yang nantinya membuat liga sepak bola profesional yang baru. Selain itu, komite gabungan itu akan bekerja sama dengan FIFA dan AFC untuk meninjau Statuta PSSI sekaligus masalah yang ada di asosiasi lainnya. Empat Komite Eksekutif PSSI yang pernah diberhentikan, harus dikembalikan ke posisinya lagi.
MoU itu juga menyebut bahwa ISL akan terus berjalan namun terpisah dengan IPL. Akan tetapi, ISL akan berada di bawah naungan PSSI. Sementara KPSI tidak bisa lagi menjadi otoritas sepak bola.
Mengomentari kesepakatan tersebut, Wakil Presiden AFC, Pangeran Abdullah, menilai nota kesepahaman itu dibuat untuk memajukan sepak bola Indonesia.
"Itu untuk kepentingan sepak bola Indonesia. Ini adalah sebuah babak baru dalam persepakbolaan Indonesia dan cara untuk meletakan perbedaan pandangan secara pribadi dan politik untuk sepak bola.
Ditambahkan Abdullah, AFC tak akan berhenti. Pasalnya, "Ada banyak pekerjaan ke depannya. AFC bersedia untuk memberi bantuan agar tercipta sebuah liga baru di tingkat teratas."
Berikut ini adalah lima poin yang disepakati oleh semua pihak dalam nota kesepahaman tersebut :
1. Tentang empat anggota Komite Eksekutif PSSI yang dipecat
PSSI setuju untuk mengembalikan posisi empat anggota Komite Eksekutif PSSI yang dipecat: La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, dan Tony Apriliani. Namun, prosedur pengembalian ini akan ditentukan oleh Komite Bersama PSSI.
2. Status ISL
ISL setuju untuk berada di bawah yurisdiksi PSSI secepatnya, khususnya untuk masalah disiplin, administrasi pemain dan transfer, dan penunjukkan perangkat pertandingan hingga satu-satunya liga profesional tingkat teratas dibentuk. Hingga saat itu, ISL bisa terus beroperasi secara otonom.
3. Status KPSI
Semua pihak setuju bahwa KPSI akan dibubarkan dan menghentikan keberadaannya sebagai badan pengelola sepak bola nasional. Lebih lanjut, semua pihak setuju bahwa KPSI akan dibubarkan dan menghentikan keberadaannya sebagai lembaga secepatnya setelah kongres PSSI berikutnya.
4. Pembentukan Komite Bersama PSSI
Semua pihak setuju untuk membentuk Komite Bersama PSSI yang berisi anggota dari tiap pihak untuk mengevaluasi IPL dan ISL untuk secepatnya membentuk satu-satunya liga sepak bola tertinggi di Indonesia. Komite ini akan bekerja di bawah pengawasan dan bekerja sama erat dengan Gugus Tugas AFC Indonesia, dan bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan FIFA dan AFC untuk memeriksa Statuta PSSI dan masalah keorganisasian lain.
Komite Bersama PSSI akan terdiri dari :
Ketua: ditunjuk oleh PSSI
Wakil ketua: ditunjuk oleh ISL/KPSI
Anggota: 3 anggota ditunjuk oleh PSSI dan 3 anggota ditunjuk oleh ISL/KPSI
5. Kongres PSSI
Semua pihak setuju untuk menggelar kongres PSSI pada akhir tahun 2012, yang termasuk akan mengadopsi statuta baru. Komposisi dari kongres PSSI akan sama dengan Kongres PSSI yang berlangsung 9 Juli 2011 yang dihadiri oleh FIFA dan AFC, dan agenda kongres harus disetujui oleh Gugus Tugas AFC Indonesia. Verifikasi dari komposisi peserta kongres akan dibicarakan dan ditentukan oleh Komite Bersama PSSI untuk menghindari anggota yang tidak sah berpartisipasi.
|
|
|
|
|
|
Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini






