Rabu, 19 Juni 2013
FEATURES :      Blog    • Kirim Artikel    • Komunitas SahabatKJ    • Galeri Foto    • Video
Festival Palang Pintu 2012 Sambut HUT Jakarta
KabarWisata   Diyah  |  Jumat, 08 Juni 2012 - 17:21:56 WIB  |  0 komentar
Share |

 

KabarJakarta.com - Festival Palang Pintu kembali digelar tahun ini. Bagi yang menyenangi kebudayaan dan kuliner Betawi, bisa mengunjungi kegiatan yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada 8-10 Juni 2012 ini.
 
Kegiatan yang akan menutup sebagian jalan di daerah Kemang ini dilakukan dalam rangka menyambut hari ulang tahun DKI Jakarta yang ke-485 tahun ini. 
 
Namun, apa sebenarnya tradisi 'palang pintu' ini?
 
Tradisi palang pintu ini merupakan salah satu momen dalam prosesi pernikahan masyarakat Betawi dalam menyambut kedatangan calon pengantin laki-laki di rumah calon pengantin perempuan sebelum ijab kabul dilaksanakan.
 
Dalam arak-arakan yang riuh rendah dengan suara petasan dan iringan rebana ketimpring atau marawis, rombongan calon penganti pria membawa sejumlah seserahan yang berisi berbagai macam. Mulai dari roti buaya yang melambangkan kesetiaan abadi, sayur mayur, uang yang ditempel pada kembang kelapa, jajanan khas Betawi dan pakaian.
 
Kemudian, calon pengantin pria yang dijuluki "Tuan Raje Mude" saat hendak memasuki rumah calon pengantin wanita yang dijuluki "Tuan Putri", akan dihadang dulu oleh pihak pengantin wanita. Nah, momen inilah yang disebut dengan 'palang pintu'.
 
Apa saja yang dilakukan dalam prosesi 'palang pintu' ini? 
 
Prosesi ini menarik karena ada adegan bertukar pantun dari masing-masing pihak. Aksi berbalas pantun ini kemudian dibuat semakin "panas", lantaran pihak pengantin perempuan ingin menguji kesaktian calon pengantin laki-laki dalam silat dan mengaji. Sampai akhirnya terjadilah "baku hantam" antara pihak laki-laki dengan pihak calon pengantin wanita. Adu silat ini diiringi dengan alunan rebana ketimpring dan marawis untuk menyemarakkan suasana. Adu silat ini tentu saja dimenangkan oleh pihak laki-laki.
 
Filosofi dari adu silat ini adalah bukan sekedar untuk unjuk kekuatan, melainkan lebih kepada sebuah pembuktian bahwa mempelai pria mampu untuk bertindak sebagai pelindung bagi keluarga.
 
Sementara setelah adu silat, ternyata masih ada satu ujian lagi bagi si calon pengantin laki-laki, yaitu: mengaji. Ya, mengaji! Dalam hal ini, prosesi dilakukan dengan pihak pengantin wanita meminta calon pengantin lelaki untuk melantunkan temang Zike atau melantunkan ayat-ayat suci al-Qur'an. Ini menunjukkan tingkat relijiusitas masyarakat Betawi yang tinggi, dimana dalam tradisi ini ditunjukkan bahwa seorang pemimpin paham agama.
 
Nah, jika kesemua rangkaian prosesi 'palang pintu' ini telah terlewati, maka calon pengantin lelaki pun boleh menemui orangtua calon pengantin wanita untuk melanjutkan ke prosesi ijab kabul.
 
Share |
KabarWisata Lainnya