Dari KAMMI Untuk Perempuan Indonesia
KabarPerempuan
Dzunuraini | Senin, 02 Januari 2012 - 14:25:39 WIB | 2 komentar
Dzunuraini | Senin, 02 Januari 2012 - 14:25:39 WIB | 2 komentar
BERITA TERKAIT
Kabarjakarta.com - "Pergantian tahun dari 2011 ke tahun 2012 kan tidak
harus di tutup dengan hura-hura dan kegiatan yang tidak bermanfaat
sejenisnya" ujar Emi Rahyuni, SP, ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan
Kammi Pusat usai acara launching Sekolah Perempuan Indonesia dibilangan
Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (1/1/2012).
Sekolah
Perempuan Indonesia (SPI) KAMMI adalah salah satu kebijakan nasional
Bidang Pemberdayaan Perempuan Pimpinan Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa
Muslim Indonesia (KAMMI) yang kedepannya akan dilaksanakan di seluruh
PD/PW Muslimah KAMMI PD/PW (Pengurus Daerah/Pengurus Wilayah)
se-Indonesia.
SPI terdiri dari empat kurikulum pokok yakni Advokasi yang disusun oleh Endang Dzunuraini Sahlan dan Indriani Agustina, bidang pendidikan yang dirancang oleh Iis Purwaningsih dan Siti Kholilah, kesehatan yang dibuat oleh Pramitha Sari dan Diah Imas Maryani, serta ekonomi dan gender budgeting oleh Franciska Sukmadewi Megawati beserta Asih Supriyatin. Kurikulum ini diambil berdasar aspirasi Muslimah KAMMI Daerah dan Wilayah seluruh Indonesia sehingga program SPI KAMMI ini kemudian menggunakan kata sekolah karena program ini merupakan program pendidikan non formal yang berkesinambungan yang diharapankan manfaatnnya dapat dirasakan oleh seluruh perempuan-perempuan Indonesia, tambah Emi di sela-sela wawancara dengan kontributor KabarJakarta kemarin (1/1/2012).
Dalam sambutannya Franciska Sukmadewi Megawati, MT, CEO dari sebuah perusahaan training IT, Multi Solusi Training Center yang juga penyusun kurikulum SPI Bidang Ekonomi mengatakan dibentuknya unit program ekonomi terutama pembangunan basis home industri ini atas dasar keprihatinan terhadap keterbelakangan yang dialami perempuan Indonesia pada umumnya. Dengan adanya kemandirian ekonomi, perempuan bisa memiliki power dan kekuatan sendiri untuk melakukan apapun, serta membuka akses ke semua jaringan.
Selain itu,berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia 2010, sekitar 60 persen UKM dikelola oleh perempuan Indonesia. Tanpa disadari ternyata perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomian negara.
Semoga dengan penyusunan kurikulum pemberdayan ekonomi perempuan ini, menjadi kontribusi konkrit untuk mewujudkan kemandirian, kesetaraan dan pengembangan potensi perempuan, tutur perempuan single asli Ngawi, Jawa Timur ini mengakhiri wawancara dengan KabarJakarta.
Acara launching Sekolah Perempuan Indonesia ini selain dihadiri undangan dari berbagai sayap perempuan mahasiswa dan lembaga-lembaga perempuan lainnya, juga dihadiri oleh ibu Nani Zakaria ketua umum Alisa "Khadijah" (Asosiasi Muslimah Pengusaha se-Indonesia), Ibu Indira Abidin SE, M.Ed, Managing Director Strategic Communications PT Fortune Pramana Rancang, dan dr. Diana Abas Thalib Hidayat , MARSd, Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Aliyah - Jakarta.
SPI terdiri dari empat kurikulum pokok yakni Advokasi yang disusun oleh Endang Dzunuraini Sahlan dan Indriani Agustina, bidang pendidikan yang dirancang oleh Iis Purwaningsih dan Siti Kholilah, kesehatan yang dibuat oleh Pramitha Sari dan Diah Imas Maryani, serta ekonomi dan gender budgeting oleh Franciska Sukmadewi Megawati beserta Asih Supriyatin. Kurikulum ini diambil berdasar aspirasi Muslimah KAMMI Daerah dan Wilayah seluruh Indonesia sehingga program SPI KAMMI ini kemudian menggunakan kata sekolah karena program ini merupakan program pendidikan non formal yang berkesinambungan yang diharapankan manfaatnnya dapat dirasakan oleh seluruh perempuan-perempuan Indonesia, tambah Emi di sela-sela wawancara dengan kontributor KabarJakarta kemarin (1/1/2012).
Dalam sambutannya Franciska Sukmadewi Megawati, MT, CEO dari sebuah perusahaan training IT, Multi Solusi Training Center yang juga penyusun kurikulum SPI Bidang Ekonomi mengatakan dibentuknya unit program ekonomi terutama pembangunan basis home industri ini atas dasar keprihatinan terhadap keterbelakangan yang dialami perempuan Indonesia pada umumnya. Dengan adanya kemandirian ekonomi, perempuan bisa memiliki power dan kekuatan sendiri untuk melakukan apapun, serta membuka akses ke semua jaringan.
Selain itu,berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia 2010, sekitar 60 persen UKM dikelola oleh perempuan Indonesia. Tanpa disadari ternyata perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan perekonomian negara.
Semoga dengan penyusunan kurikulum pemberdayan ekonomi perempuan ini, menjadi kontribusi konkrit untuk mewujudkan kemandirian, kesetaraan dan pengembangan potensi perempuan, tutur perempuan single asli Ngawi, Jawa Timur ini mengakhiri wawancara dengan KabarJakarta.
Acara launching Sekolah Perempuan Indonesia ini selain dihadiri undangan dari berbagai sayap perempuan mahasiswa dan lembaga-lembaga perempuan lainnya, juga dihadiri oleh ibu Nani Zakaria ketua umum Alisa "Khadijah" (Asosiasi Muslimah Pengusaha se-Indonesia), Ibu Indira Abidin SE, M.Ed, Managing Director Strategic Communications PT Fortune Pramana Rancang, dan dr. Diana Abas Thalib Hidayat , MARSd, Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Aliyah - Jakarta.
|
|
|
|
|
|
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini
03 Januari 2012 - 06:11:25 WIB
Semoga sukses dan bermanfaat aamiin.
Patut diapresiasi ini :) .
Salam dari Surabaya
Patut diapresiasi ini :) .
Salam dari Surabaya
02 Januari 2012 - 22:12:09 WIB
Salam!
Ini terobosan yang layak mendapatkan dukungan dari semua elemen bangsa,,, terutama pemerintah!
Ini terobosan yang layak mendapatkan dukungan dari semua elemen bangsa,,, terutama pemerintah!






