Andrew | Rabu, 02 Mei 2012 - 14:51:04 WIB | 0 komentar
KabarJakarta.com - Memang pantas disebut kantong doraemon. Karena saat dibuka, mungkin banyak dari kita yang tidak menyangka akan isi tas ransel yang kemana-mana selalu dibawa Faisal Basri. Tokoh kritis yang kini ikut mencalonkan diri dalam proses Pemilukada DKI Jakarta dari jalur independen atau perseorangan. Penasaran dengan apa saja yang ada di dalam tas ranselnya, beberapa warga yang kebetulan jumpa pun memintanya membuka ''kantong ajaib doraemon'' itu.
Dengan cermat, tangan mantan Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta tahun 1999-2003 ini kemudian merogoh dan mengeluarkan benda-benda kesehariannya. ''Kalau kemalaman, dan harus menginap di rumah warga,'' katanya menunjukkan sikat gigi, dan pasta gigi yang tidak mengandung deterjen.
Ada juga buku catatan, alat tulis, kaca pembesar, juga botol air minum. ''Ini tidak ada maksud sombong lho. Mulai sekarang kita hindari deh minuman dalam kemasan. Biar kita tidak jadi peyumbang sampah yang salah satunya dihasilkan dari kemasan air minum,'' ujar Faisal yang pernah mengarungi Sungai Ciliwung dari Depok, Jawa Barat menuju Condet Balekambang, Jakarta Selatan selama enam jam, untuk memetakan seberapa jauh kerusakan Ciliwung yang salah satunya juga diakibatkan oleh sampah.
Selain itu ada topi, notebook, hingga tas belanja. ''Kalau belanja di manapun, saya ndak pakai kresek. Tinggal saya buka tas ini. Biar kelihatan sepele, kita harus berbuat untuk selalu ramah lingkungan,'' tegas peraih penghargaan 'Pejuang Anti Korupsi 2003' yang diberikan Masyarakat Profesional Madani (MPM).
Sekedar informasi, Doraemon adalah tokoh kartun yang digandrungi anak-anak, yang memiliki kantong ajaib di bagian perutnya. Isi kantong Doraemon bermacam rupa. Yang membuat anak-anak gandrung, isi kantong Doraemon selalu membawa solusi dikala kesulitan mendera.
Kembali ke kantong ajaib Faisal Basri. ''Segala macam benda ada di sini pak,'' kata Faisal seraya mengeluarkan stapler, penjepit kertas dari salah satu kantong kecil di dalam ranselnya.
Setelah semua benda diperlihatkan, Faisal pun kembali memasukkan satu per satu barang-barang miliknya. Cak Narto, salah seorang warga Kampung Melayu, kemudian coba mengangkat tas itu. ''Waduh, berat juga ya'', katanya. ''Saya nyaman sekali dengan tas ini. So simple,'' kata pendiri Partai Amanat Nasional pada 1998 silam. Alasan Faisal Basri memilih tas ransel, seperti mencermikan dirinya; sederhana, ringkas, apa adanya.
Bila ada yang bertanya, apapun, jawaban yang keluar niscaya juga ringkas tanpa muter-muter dan tedeng-aling.
''Bang, kalo abang kepilih nih jadi gubernur kite, apa tetep pakai sepatu sandal dan tas ransel?'' tanya Mpo Rini, Warga Kapung Makassar, Jakarta Timur.
''Ya, iyalah. Saya akan terus seperti ini sepanjang kaga ada larangan,'' jawab Faisal Basri yang kembali merogoh bagian samping ranselnya, seperti mencari sesuatu. (REDAKSI)
|
|
|
|
|
|






