Faisal | Rabu, 09 November 2011 - 10:09:28 WIB | 0 komentar
KabarJaKarta.com - Untuk penggemar musik Slank, nama bunda Iffet mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga. Sosok perempuan bersahaja yang tidak lagi muda ini memang seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan antara Slank dan dirinya. Wanita yang bernama lengkap Iffet Veceha Sidharta ini telah merasakan jatuh bangunnya Slank. Berjuta scenario Tuhan telah dia lewati dengan tabah dan tegar bersama dengan Slank.
Kini saat semuanya sudah tidak lagi seperti dulu, Wanita yang lebih dikenal dengan sebutan Bunda Iffet ini patut merasa bangga karena Slank yang kini sudah jauh lebih baik dari dahulu kala. Musik-musik yang menggugah dan mempunyai pesan moral positif telah ditelurkan oleh Slank. Dengan terbukti banyaknya lagu Slank yang telah merengsek masuk ke hati anggota dewan yang bekerja tidak optimal dan terpaut masalah korupsi.
Ditemui di markas besar Potlot, Bunda yang kala itu menggunakan kerudung merah dipercantik dengan kaca hitam membuatnya terlihat tetap Slengean. Saat itu bersamaan dengan pelatihan yang sedang diikuti oleh 20 Slankers yang bekerja sama dengan Bank Mandiri.
Apa Harapannya bagi para Slankers dari pelatihan ini ?
"Saya berharap biar anak-anak Slankers sekarang bisa mengupgrade otaknya. Biar pada engga mentok dalam mencoba mandiri (Wirausaha). Kebetulan kali ini bekerja sama dengan Bank Mandiri. Semoga saja kemandiriannya tertular buat anak-anak Slankers"
Oia, Kenapa akhir-akhir ini sulit sekali bagi para Slanker untuk kumpul-kumpul di Potlot?
"Sebenarnya tidak sulit, kalau mau pake tempat ini silahkan saja. Tapi memang aga kita data. Karena untuk mencegah hal-hal negatif yang dilakukan oleh para Slankers"
Contohnya tindakan negatif?
"Iya, kan tidak semua anak Slankers baik-baik. Mereka datang bari berbagai ragam latar belakang. Mereka datang kesini (potlot) pastinya dengan membawa latar masalah yang beragam pula. Pernah ada yang ketahuan berbuat zina disini. Dan tak hanya itu, pernah juga tempat markas ini dijadikan buat tempat persembunyian maling yang sengaja dibawa oleh satu anak Slankers. Mengingat yang maling tersebut merupakan salah satu temannya. Maka itu sekarang kami melakukan kontrol bagi mereka yang datang kesini"
Lalu ada anggapan mengenai personil Slank sudah mulai berubah tidak seperti dulu lagi?
"Jadi gini, anak-anak (Personil Slank) sudah tidak seperti dulu lagi. Mereka sudah tidak lagi bujang. Yang kemana-mana bebas pergi kemana saja. Saat ini, mereka sudah punya tanggung jawab juga terhadap keluarga. Mereka sudah punya istri dan anak-anak dirumah yang menunggunya. Jadi bukannya sulit, kalau mereka ada dan mempunyai waktu luang, mereka juga bersedia nongkrong bareng anak-anak Slankers. Kalau yang tinggal disini kan hanya mas Bimbim, kalau dia lagi mood pasti dia temui anak-anak Slankers. Tapi kalau tidak, ya ga bisa dipaksa juga".
Kecewakah Para Slankers?
"Kecewa pasti. Maka itu mereka suka melampiaskan kekecewaan dengan nulis-nulis di dinding. Mereka biasanya nulis, “Slank udah engga kaya dulu lagi”. Intinya bentuk-bentuk kekecewaan saja yang mereka lontarkan dalam bentuk tulisan. Tapi saya maklumin saja. Banyak hikmahnya, tandanya tidak semua paham dan ngerti Slank”.
Selain itu, apa lagi yang biasanya sering dilakukan oleh anak-anak Slankers?
"Mereka kadang-kadang kurang mandiri. Kurang mandiri dalam informasi. Saya sudah bilang berkali-kali, kalau mau tanya jadwal konser silahkan saja tanya ke penyelenggara event. Saya sampai menyiakan satu buah HP untuk menyiapkan jawaban-jawaban dari para Slankers. Jadi mohon pahamilah saja, mereka (personel Slank) sudah punya tanggung jawab juga dirumah”.
|
|
|
|
|
|






